Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Update Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi: 134 KK Terdampak, 407 Warga Mengungsi

×

Update Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi: 134 KK Terdampak, 407 Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Salah satu rumah yang terdampak bencana tanah bergerak di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.
Salah satu rumah yang terdampak bencana tanah bergerak di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Foto: Hasyim Arsyad/

SUKABUMI – Bencana pergerakan tanah melanda wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini berdampak pada ratusan warga yang kini harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Berdasarkan laporan sementara penanganan tanggap darurat yang dihimpun hingga Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 17.00 WIB, bencana tersebut terjadi di dua desa, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa bencana dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi sejak awal Maret. “Bencana pergerakan tanah dipicu oleh peningkatan intensitas hujan yang terjadi sejak 4 Maret 2026,” demikian keterangan dalam laporan BPBD Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Korban Bencana Soroti Pembukaan Lahan Bukit di Bantargadung Sukabumi, Penyebab Pergerakan Tanah?

Data sementara menunjukkan sebanyak 134 kepala keluarga atau 475 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Dari jumlah itu, sebagian besar warga terpaksa mengungsi karena kondisi tanah yang masih berpotensi bergerak.

“Sebanyak 120 kepala keluarga atau 407 jiwa saat ini telah mengungsi demi keselamatan,” tulis laporan tersebut.

Sebagian pengungsi saat ini berada di posko pengungsian terpusat yang berada di lapangan dekat Puskesmas Bantargadung. Sementara warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun menyewa tempat tinggal sementara.

Selain memaksa warga meninggalkan rumah, bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Tercatat 70 unit rumah mengalami kerusakan berat, 26 rumah rusak sedang, serta 18 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Baca Juga: Kabar Duka, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

Tak hanya permukiman warga, satu fasilitas pendidikan yakni Pondok Pesantren Haryadul Falah juga dilaporkan terdampak. Selain itu, satu titik akses jalan lingkungan mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

Saat ini BPBD Kabupaten Sukabumi bersama aparat setempat, relawan, dan tim gabungan masih terus melakukan penanganan di lapangan. Pemerintah daerah juga telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat proses penanganan bencana serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Di sisi lain, kebutuhan pengungsi masih cukup mendesak. Warga yang berada di lokasi pengungsian membutuhkan berbagai bantuan, mulai dari logistik makanan, kasur dan selimut, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan sanitasi seperti air bersih dan perlengkapan mandi.

Baca Juga: Santri Ceritakan Detik-detik Tanah Bergerak di Bantargadung, Asrama Ponpes Rusak Parah

Pendataan dampak bencana masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan, sehingga jumlah kerusakan maupun kebutuhan pengungsi masih dapat berubah seiring perkembangan situasi.