SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi perkelahian di sebuah padepokan di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menjadi perbincangan warganet Pajampangan. Rekaman tersebut menyebar melalui grup WhatsApp hingga media sosial Facebook dan memicu perhatian masyarakat.
Di balik video yang beredar, polisi memastikan peristiwa itu terjadi pada 21 Oktober 2026. Aparat kini mendalami kejadian tersebut untuk memastikan kronologi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan setempat.
Berdasarkan rekaman yang beredar, insiden bermula ketika dua orang tamu mendatangi sebuah padepokan di wilayah Desa Ciracap. Kedatangan mereka awalnya berlangsung kondusif. Pemilik padepokan bersama sejumlah orang yang berada di lokasi terlihat menyambut keduanya sebelum mereka duduk dan berbincang.
Baca Juga: 5 Makanan Manis Rendah Kalori yang Bisa Jadi Pilihan Camilan Sehari-hari
Namun, suasana kemudian berubah tegang saat pembicaraan yang diduga berkaitan dengan pembuktian ilmu batin mulai memanas. Adu argumen pun terjadi hingga berujung pada tindakan fisik.
Dalam video tersebut, terlihat seseorang yang diduga pemilik padepokan berdiri dan melayangkan tangan ke arah wajah salah seorang tamu. Tamu tersebut kemudian bangkit dan melayangkan protes. Situasi semakin memanas ketika orang lain yang diduga berada di pihak padepokan turut terlibat, sehingga terjadi aksi saling serang.
Meski demikian, kronologi lengkap dan pemicu perselisihan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan para pihak yang terlibat.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian membenarkan adanya kejadian di padepokan yang videonya beredar luas di masyarakat.
“Betul ada kejadian video di padepokan yang ada di Kecamatan Ciracap,” ujar Taufick saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).
Menyikapi situasi tersebut, polisi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) berupaya mempertemukan kedua pihak untuk meredam ketegangan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Sukabumi Minggu 25 Oktober 2026, BMKG: Hujan Ringan
Upaya mediasi telah dilakukan pada malam sebelumnya. Namun, proses tersebut belum menghasilkan penyelesaian karena salah satu pihak menyatakan keinginan untuk membuat laporan resmi kepada kepolisian.
“Malam tadi kami bersama Forkopimcam sudah berupaya memfasilitasi mediasi antara kedua pihak. Namun, yang bersangkutan menyatakan ingin membuat laporan,” kata Taufick.
Hingga kini, Polsek Ciracap masih menggali informasi terkait insiden tersebut. Keterangan dari pihak-pihak yang terlibat diperlukan untuk mengungkap penyebab perselisihan sekaligus memastikan langkah hukum yang dapat ditempuh.
Polisi juga berupaya menjaga situasi tetap kondusif agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.
Beredarnya rekaman di media sosial membuat kejadian ini menjadi perhatian warga. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa hanya berdasarkan potongan video yang beredar sebelum ada keterangan lengkap dari pihak berwenang.
Perkembangan penanganan kasus ini masih menunggu hasil pendalaman kepolisian, termasuk tindak lanjut atas rencana pelaporan yang disampaikan salah satu pihak.

