SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, akhirnya angkat bicara terkait pencopotan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa, Sani Santika Susena Prawirakoesoema.
Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi besar-besaran demi meningkatkan kinerja perusahaan daerah dan mendongkrak kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“PDAM, Waluya, BPR, dan BLUD ini aset milik masyarakat. Target saya dari empat BLUD/BUMD/Perusda itu minimal harus menyumbang PAD Rp50 miliar per tahun,” ujar Ayep Zaki usai menghadiri Milad Pondok Pesantren Syamsul Ulum di Gunungpuyuh, Sabtu (19/07/25).
Ayep menyampaikan bahwa keputusan mencopot direktur PDAM didasari hasil evaluasi menyeluruh terhadap kinerja yang tidak menunjukkan perbaikan signifikan, khususnya pada indikator utama seperti efisiensi distribusi air, jumlah pelanggan, dan pengelolaan keuangan.
Salah satu masalah yang disorot tajam adalah tingginya angka kebocoran air. Target kebocoran pada 2025 seharusnya ditekan hingga 65 persen, namun realisasi justru naik menjadi 82 persen.
“Ini jelas menunjukkan bahwa tidak ada perbaikan signifikan yang terjadi. Masyarakat dirugikan, dan perusahaan daerah tidak bergerak ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ayep juga menyoroti penurunan jumlah pelanggan PDAM. Dari sebelumnya sekitar 20.000 pelanggan, kini hanya tersisa sekitar 19.000 pelanggan aktif.
“Ini alarm besar. Artinya ada penurunan kepercayaan masyarakat terhadap layanan PDAM,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ayep mengungkapkan adanya permasalahan serius dalam pengelolaan keuangan. Salah satunya adalah piutang pelanggan yang membengkak hingga Rp29 miliar, jauh di atas ambang batas maksimal yang diperbolehkan sebesar Rp4 miliar.
“Uang itu seharusnya bisa diputar untuk operasional dan pelayanan, tapi malah mengendap. Ini kondisi yang tidak sehat dan tidak bisa dibiarkan,” ujarnya tegas.
Sebagai langkah perbaikan, Pemerintah Kota Sukabumi akan membuka seleksi terbuka untuk mengisi posisi direktur PDAM.
“Siapapun boleh mendaftar, akan diseleksi oleh panitia seleksi (Pansel),” jelas Ayep.
Ia menegaskan bahwa kriteria calon direktur harus mencakup kemampuan teknis, integritas tinggi, dan komitmen terhadap pencapaian target. “Yang penting siap bekerja dan siap diberhentikan kalau target tidak tercapai,” tambahnya.
Untuk sementara, Pemkot telah menunjuk seorang Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM guna memastikan pelayanan tetap berjalan. Kinerja Plt akan terus dievaluasi dan menjadi tolok ukur awal dalam proses perbaikan di tubuh PDAM.
Langkah tegas ini, menurut Ayep, adalah sinyal kuat dari pemerintah bahwa pelayanan air bersih harus menjadi prioritas utama.
“Kami ingin PDAM menjadi institusi yang profesional, sehat secara keuangan, dan benar-benar bisa melayani masyarakat dengan baik,” tutupnya. (Ky)

