Berita Utama

Wali Kota Sukabumi Siap Datangkan Sapi Impor Murah, Tanggapi Mogok Jualan Pedagang

×

Wali Kota Sukabumi Siap Datangkan Sapi Impor Murah, Tanggapi Mogok Jualan Pedagang

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi AI menujukan Wali Kota Ayep Zaki saat menjawab pedagang yang mogok berjualan.

SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki angkat bicara terkait aksi mogok jualan para pedagang sapi yang terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Sukabumi. Aksi tersebut dipicu oleh tingginya harga daging sapi yang dikeluhkan pedagang maupun masyarakat.

Untuk mencari solusi, Ayep Zaki menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi siap mendatangkan sapi impor dengan harga lebih murah guna menstabilkan harga daging di pasaran.

“Kami mengimbau kepada para pengusaha dan pedagang daging di Kota Sukabumi agar bisa berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi. Kita cari solusi bersama, termasuk mencari harga daging sapi yang lebih murah,” ujar Ayep Zaki.

Ia menekankan bahwa pemerintah siap membantu, namun mengingatkan pentingnya kejujuran dan amanah dari para pedagang agar kebijakan yang diambil tidak disalahgunakan.

“Yang penting para pedagang siap jujur dan amanah. Jangan sampai kita sudah dorong kebijakan, tapi kemudian malah dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Ayep Zaki juga menyampaikan bahwa Pemkot Sukabumi akan menghitung kebutuhan daging sapi di Kota Sukabumi, kemudian mencari feedloter yang mampu menyediakan sapi dengan harga paling murah.

“Kita akan cari feedloter yang harganya paling murah. Bahkan kalau bisa yang termurah di Indonesia. Pemerintah akan mendatangkan sendiri,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa Pemkot Sukabumi memiliki jaringan Rumah Potong Hewan (RPH) dengan biaya yang relatif murah, yang bisa dimanfaatkan pedagang sapi lokal untuk menekan biaya produksi.

“Untuk pedagang sapi khusus di Kota Sukabumi, kalau mau bersama-sama, hayu kita bersama. Kita punya Rumah Potong Hewan yang murah, dan kita bisa beli sapi langsung dari feedloter,” katanya.

Dari sisi ketersediaan, Ayep Zaki memastikan stok daging sapi aman, selama seluruh pihak bersedia bekerja sama dan menjaga transparansi dalam distribusi dan penjualan.

“Stok aman. Asal para pedagang mau jujur, jangan sampai pemerintah sudah mendorong kebijakan, tapi ujungnya tetap terjadi mogok,” pungkasnya.

Sebelumnya, aktivitas penjualan daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Sukabumi terganggu akibat aksi mogok berjualan yang dilakukan pedagang, Rabu (7/1/2026). Aksi ini dipicu oleh kenaikan harga sapi impor yang dinilai sudah tidak sebanding dengan daya beli masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Mohamad Rifki, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan sejak awal aksi berlangsung.

“Petugas kami sudah melakukan pemantauan aksi mogok di pasar. Aksi ini terjadi di Pasar Tipar Gede dan Pasar Pelita. Para pedagang memilih tidak berjualan karena harga karkas yang terus naik,” ujar Rifki.

Menurut Rifki, aksi mogok tersebut sudah berlangsung selama tiga hari dan berkaitan erat dengan persoalan harga daging sapi impor. Ia menyebut para pedagang berharap adanya kebijakan pemerintah yang dapat menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pasokan sapi.

“Kami harapkan ada kebijakan dari pemerintah pusat, karena ini isunya isu nasional, agar harga dan suplai sapi bisa aman,” katanya.