SUKABUMI – Aksi spontan Camat Jampangkulon, Dading, menjadi sorotan warga saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemensos di wilayahnya, Rabu (26/11/2025). Di tengah proses pembagian bantuan senilai Rp900.000, ia menunjukkan sikap humanis dengan menggendong seorang nenek penerima manfaat yang tidak mampu berjalan menuju lokasi pengambilan bantuan.
Momen mengharukan itu terjadi ketika sang nenek, yang datang ditemani putrinya, terlihat kesulitan melangkah menuju kantor pos tempat pencairan dana. Karena kondisi fisiknya yang sakit, nenek tersebut tidak memungkinkan berjalan ratusan meter. Menyadari situasi tersebut, Camat Dading segera mengambil tindakan.
“Ini bukan pencitraan, tapi tindakan mendesak untuk membantu. Nenek ini tidak kuat berjalan dan bantuan ini tidak bisa diwakilkan karena membutuhkan foto wajah saat penerimaan,” ungkap Camat Dading.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Tegaskan Peran Strategis P3A Mitra Cai dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Sikap cepat tanggap ini mendapat apresiasi warga yang menyaksikan langsung tindakan sang camat, yang dinilai mencerminkan pelayanan publik yang empatik dan dekat dengan masyarakat.
Penyaluran BLT Kemensos di Kecamatan Jampangkulon menyasar 2.359 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Proses distribusi bantuan dilakukan di seluruh wilayah kecamatan, mencakup 10 desa dan 1 kelurahan:
Kelurahan Jampangkulon, Desa Ciparay, Mekarjaya, Karanganyar, Cikaranggeulis, Bojongsari, Cikarang, Bojong Genteng, Nagraksari, Tanjung, dan Padajaya.
Camat Dading menjelaskan bahwa pihaknya memastikan seluruh KPM dapat menerima haknya tanpa hambatan.
“Kami berharap bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penerima,” ujarnya.
Baca Juga: Lokakarya Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP Dorong Desa Wujudkan Generasi Emas 2045
Bagi warga yang berhalangan hadir pada jadwal penyaluran, ia menegaskan bahwa pembayaran susulan tetap akan dilayani setelah proses penyaluran utama di desa-desa rampung.
Aksi Camat Dading tersebut menjadi contoh bagaimana aparat pemerintah dapat hadir bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang peduli dan responsif.
Di tengah dinamika penyaluran bantuan sosial, tindakan kecil namun bermakna seperti ini menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat berjalan lebih humanis sebuah praktik baik yang layak ditiru di berbagai daerah.

