Kota Sukabumi

16 Hoaks Terklarifikasi di Sukabumi, Modus Catut Instansi hingga Penipuan Digital Makin Marak

×

16 Hoaks Terklarifikasi di Sukabumi, Modus Catut Instansi hingga Penipuan Digital Makin Marak

Sebarkan artikel ini
Kantor Diskominfo Kota Sukabumi. foto:istimewa

SUKABUMI— Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi mencatat sebanyak 16 kasus hoaks di Kota Sukabumi sepanjang triwulan pertama 2026. Penyebaran informasi palsu ini tidak hanya meningkat, tetapi juga berkembang menjadi modus penipuan yang mencatut nama instansi pemerintah.

Data Diskominfo menunjukkan, klarifikasi hoaks dilakukan terhadap 7 kasus pada Januari, 5 kasus Februari, dan 4 kasus Maret 2026. Seluruh klarifikasi disampaikan melalui media sosial resmi pemerintah sebagai langkah menangkal penyebaran berita hoaks di Sukabumi.

Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni, melalui Pranata Humas IKP, Riksan Satya Prawira, menyebut tren hoaks 2026 semakin meresahkan masyarakat.

BACA JUGA: Anggota Bawaslu Kota Sukabumi Laporkan Leasing, Diduga Data Pribadi Disalahgunakan

“Selama Januari hingga Maret 2026, kami telah mengklarifikasi 16 kabar hoaks yang beredar di masyarakat,” ujarnya.

Salah satu kasus hoaks terbaru di Sukabumi adalah penipuan pemesanan catering yang mengatasnamakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi. Dalam kasus ini, pelaku berpura-pura sebagai pegawai pemerintah dan mengirimkan surat pesanan palsu kepada pelaku usaha.

Diskominfo bersama DLH langsung melakukan klarifikasi untuk mencegah kerugian pelaku usaha lokal. Selain itu, ditemukan juga modus penipuan berkedok program pemerintah seperti Bantuan Subsidi Upah yang menyasar data pribadi masyarakat.

Dalam modus ini, korban diminta memberikan informasi sensitif hingga akses akun digital seperti Telegram, yang berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber.

BACA JUGA: Dana Transfer ke Daerah Belum Ada ‘Hilal’, Wali Kota Sukabumi Dorong Peningkatan PAD hingga Rp600 Miliar

Diskominfo Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap hoaks dan penipuan digital. Warga diminta selalu melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan kebenarannya terlebih dahulu,” tegas Riksan.

Sebagai langkah pencegahan hoaks di Sukabumi, Diskominfo juga aktif menyebarkan edukasi literasi digital kepada masyarakat. Konten edukatif ini berisi tips mengenali berita hoaks, penipuan online, dan cara aman bermedia digital.

Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan verifikasi langsung ke Diskominfo Kota Sukabumi jika menemukan informasi mencurigakan. Langkah ini penting untuk menekan dampak hoaks yang tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga kerugian ekonomi. (Zae)