SUKABUMI – Bertambahnya usia Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (AM TJM) Kabupaten Sukabumi dibarengi tuntutan yang semakin besar terhadap kualitas pelayanan. Bukan hanya soal ketersediaan air, tetapi juga bagaimana perusahaan daerah tersebut merespons kebutuhan dan keluhan pelanggan.
Pesan itu disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar saat menghadiri tasyakur bi nikmat Hari Jadi ke-36 Perumda AM TJM di kantor pusat perusahaan, Kecamatan Cibadak, Kamis (24/9/2026).
Bupati meminta peningkatan pelayanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas, kuantitas, hingga kontinuitas pasokan air, termasuk kemudahan masyarakat dalam mendapatkan layanan dan percepatan penanganan ketika terjadi gangguan.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong agar Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri menjadi perusahaan yang semakin profesional, sehat, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tetapi, tetap memperhatikan peningkatan kepuasan pelanggan,” ujar Asep.
Baca Juga: Jalan Jadi Sorotan Musrenbangdes Padajaya, Pemdes Akui Anggaran Desa Terbatas
Dorongan tersebut menjadi relevan di tengah rencana perubahan badan hukum Perumda AM TJM menjadi Perseroda. Proses perubahan ini sebelumnya telah dibahas Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama DPRD sebagai bagian dari penataan badan usaha daerah.
Menurut Asep, perubahan status badan hukum harus diikuti perubahan pola pengelolaan perusahaan. Orientasinya bukan hanya mengejar pertumbuhan usaha, tetapi tetap memastikan pelayanan air minum sebagai kebutuhan dasar masyarakat tidak terabaikan.
“Transformasi menjadi Perseroda memberikan kerangka bisnis yang mendukung pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang,” katanya.
Namun, Asep mengingatkan agar transformasi tersebut tidak berhenti pada perubahan kelembagaan.
“Perseroda harus lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada pelayanan dan keuntungan daerah,” ujarnya.
Baca Juga: ODF Masih Jadi Pekerjaan Rumah, FSKS Sukabumi Didorong Bergerak dari Kecamatan
Perumda AM TJM sendiri secara kelembagaan saat ini merupakan perusahaan daerah yang bergerak dalam penyediaan layanan air minum. Perusahaan tersebut sebelumnya berstatus PDAM dan berubah menjadi Perumda pada 2018.
Kemarau Jadi Ujian Pelayanan
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan perusahaan air minum tentu bukan semata perubahan status badan hukum atau pertumbuhan bisnis. Yang paling terasa adalah apakah air tersedia ketika dibutuhkan dan seberapa cepat perusahaan bertindak ketika pelayanan terganggu.
Hal itu menjadi semakin penting di tengah kondisi kemarau. Asep meminta perusahaan tidak hanya fokus pada pelanggan, tetapi juga memperhatikan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya yang membutuhkan bantuan air.
“Seperti musim kemarau ini, perhatikan masyarakat. Khawatir ada yang kekurangan air, bantulah,” pesannya.
Ia mencontohkan keterlibatan Perumda AM TJM dalam penyaluran air bersih kepada warga dalam kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda AM TJM H.M. Kamaludin Zen mengatakan pihaknya terus menjalankan kegiatan sosial, termasuk bakti sosial dan distribusi air bersih bagi masyarakat.
“Baksos dan penyaluran air bersih pun terus kami lakukan kepada masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, perusahaan juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong kedisiplinan pelanggan dalam membayar tagihan.
Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah pemberian hadiah umrah bagi pelanggan dengan catatan pembayaran yang baik selama satu tahun.
“Insya Allah tahun depan akan kita programkan hadiah kepada pelanggan yang pembayarannya bagus selama satu tahun. Sedang kita upayakan, semoga bisa terealisasi,” ujar Kamaludin.
Dengan memasuki usia 36 tahun, tantangan Perumda AM TJM kini tidak hanya bagaimana menjaga keberlangsungan perusahaan, tetapi juga memastikan setiap perubahan dan pengembangan usaha berujung pada pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan dapat dirasakan masyarakat.
Sebab, bagi pelanggan, keberadaan perusahaan air minum pada akhirnya diukur dari satu hal sederhana: air mengalir, layanan mudah, dan keluhan tidak berlarut-larut.

