SUKABUMI – Kemarau yang masih berlangsung membuat bantuan pangan menjadi perhatian bagi sebagian masyarakat. Di Kelurahan Jampangkulon, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, sebanyak 289 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras pemerintah.
Masing-masing keluarga mendapatkan 30 kilogram beras, yang terdiri dari tiga karung dengan berat 10 kilogram per karung. Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Perum Bulog.
Bagi penerima, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan bahan pangan, tetapi turut meringankan pengeluaran rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kemarau.
Lurah Jampangkulon, Handri S. Swarta, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada momentum yang dinilai tepat karena dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Di situasi kemarau saat ini, warga benar-benar merasakan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ujar Handri saat ditemui di lokasi penyaluran.
Baca Juga: 36 Tahun Perumda Tirta Jaya Mandiri, Bupati Soroti Layanan: Keluhan Warga Harus Cepat Ditangani
Menurutnya, bantuan beras mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima. Beras yang diterima dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga.
Proses penyaluran bantuan turut dipantau Camat Jampangkulon, Dading. Kehadiran pemerintah kecamatan dilakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang menjadi sasaran.
Dading berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Semoga bantuan beras ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat,” katanya.
Baca Juga: Jalan Jadi Sorotan Musrenbangdes Padajaya, Pemdes Akui Anggaran Desa Terbatas
Dengan total 8.670 kilogram atau 8,67 ton beras yang disalurkan kepada 289 KPM, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu menjaga ketersediaan pangan keluarga penerima selama kondisi kemarau masih berlangsung.
Bagi masyarakat penerima, bantuan itu setidaknya menjadi penyangga kebutuhan dapur ketika pengeluaran rumah tangga harus tetap berjalan di tengah situasi yang tidak menentu.

