SUKABUMI – Warga di sekitar Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengambang di perairan pantai tersebut, Selasa (20/1/2026).
Mayat pertama kali diketahui oleh warga yang tengah berada di pinggir pantai. Mereka melihat tubuh manusia mengambang terbawa arus laut dari arah selatan Pantai Cibuaya menuju ke utara, tepat di sekitar lokasi tempat bersandarnya perahu nelayan.
Ade, petugas Balawista Pantai Cibuaya, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga pada saat kejadian. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Balawista bersama warga dan unsur terkait langsung melakukan upaya evakuasi.
“Awalnya ada warga yang melapor melihat mayat mengambang dari arah selatan menuju utara pantai, dekat lokasi perahu bersandar. Kami bersama warga dan unsur terkait langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu,” ujar Ade.
Baca Juga: Pergerakan Tanah Terjadi di Karangpapak Sukabumi, Pemprov Bakal Relokasi Warga
Proses evakuasi berjalan lancar meski kondisi ombak cukup menantang. Setelah berhasil dievakuasi ke darat, jenazah langsung dibawa ke RSUD Jampangkulon untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Hasil identifikasi sementara mengungkapkan bahwa mayat tersebut merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tenggelam di wilayah Pantai Goa Langir, Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, beberapa hari lalu.
Korban diketahui bernama Salman Abdul Latif (20), warga Cipinang Asem RT 014/04, Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur. Korban dilaporkan tenggelam pada 17 Januari 2026 dan masuk dalam pencarian operasi SAR oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten.
Baca Juga: Andovi da Lopez Ajak Pelajar Sukabumi Berani Eksplorasi Masa Depan di ATTENTION 8.0
Sebelumnya, tim SAR gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Lebak, TNI AL, Polsek Bayah, Balawista, BPBD, Damkar, serta unsur terkait lainnya telah melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian di Pantai Goa Langir, Sawarna, dengan kondisi cuaca hujan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan dan nelayan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
Adapun yang terlibat dalam evaluasi ini, Balawista, P2BK Ciracap, TNI AL Pos Ujunggenteng, Polairud Ujunggenteng, Polsus KKP, Polsek Ciracap, Koramil Surade, Puskesmas Ciracap dan Forkopimcam Ciracap.

