SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana memberikan apresiasi terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi yang dinilai sigap dan terukur dalam menangani berbagai peristiwa kebencanaan, termasuk banjir yang sempat melanda beberapa waktu lalu.
Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka Forum Perangkat Daerah (FPD) BPBD Kota Sukabumi yang digelar di SKBM Cafe and Resto, Cikole, Selasa (10/2/2026).
“Saya mengapresiasi BPBD Kota Sukabumi yang telah menunjukkan kinerja responsif dan cermat dalam penanggulangan beberapa kali bencana di Kota Sukabumi seperti banjir yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Bobby dalam arahannya.
Ia menegaskan agar BPBD tetap memfokuskan program pada penanggulangan bencana, mitigasi, serta penanganan kegawatdaruratan. Menurutnya, sektor kebencanaan berkaitan langsung dengan aspek kemanusiaan sehingga harus menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: DPRD Sukabumi Dorong Penguatan Agroindustri dan Pariwisata Lokal di Musrenbang Jampangkulon 2026
Bobby juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas fiskal daerah guna menunjang program kebencanaan, termasuk dalam upaya pencegahan jangka panjang. Selain itu, ia mengingatkan bahwa persoalan sampah dari hulu menjadi bagian penting dalam mitigasi banjir.
Ia mendorong setiap kelurahan memiliki keleluasaan berinovasi dalam pengelolaan sampah, disertai sosialisasi berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin memaparkan arah kebijakan bertajuk Menuju Kota Sukabumi Tangguh Bencana: Strategi dan Prioritas BPBD Tahun 2027.
Baca Juga: Jalan Rusak Bertahun-tahun Dibiarkan, Truk Pasir Terguling di Ruas Palayangan–Cibodas Kalibunder
Ia menyebutkan sejumlah capaian hingga 2024, di antaranya penurunan Indeks Risiko Bencana menjadi 126,24 dari target 135,16. Selain itu, Indeks Ketahanan Daerah mencapai 0,58 dan tingkat respons cepat penanganan bencana menyentuh 100 persen.
Sebanyak 33 Kelurahan Tangguh Bencana juga telah terbentuk sebagai ujung tombak mitigasi di tingkat lokal. Meski demikian, tantangan masih ada, terutama meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Yoseph menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana serta mengoptimalkan sarana prasarana pemadaman kebakaran dan penyelamatan.
Baca Juga: Di Tengah Abu dan Duka, Uluran Tangan YFSBBP Hadir untuk Keluarga Korban Kebakaran Jampangkulon
Untuk tahun 2027, BPBD menetapkan sasaran strategis berupa meningkatnya ketangguhan kota dalam menghadapi bencana. Upaya tersebut akan ditempuh melalui penguatan mitigasi non-struktural, pembangunan infrastruktur mitigasi di titik rawan, peningkatan kualitas response time, serta sinergi lintas lembaga dalam forum pengurangan risiko bencana.
Sebagai bentuk komitmen bersama, Wakil Wali Kota Sukabumi turut menandatangani Lembar Komitmen Membangun Ketangguhan Bencana Kota Sukabumi Tahun 2026.
Forum tersebut dihadiri jajaran BPBD, KNPI Kota Sukabumi, serta para kasi trantib kecamatan, sebagai wujud kolaborasi lintas unsur dalam mewujudkan Sukabumi yang tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana.

