SUKABUMI-– Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dishub Kota Sukabumi kembali menghadirkan inovasi transportasi publik melalui pengoperasian bus gratis “Sarana Angkutan Bus Unggulan Gratis Sarasa Cibolang” atau Sambungrasa. Program yang dijalankan oleh Dinas Perhubungan Kota Sukabumi ini menjadi solusi konkret bagi warga yang beraktivitas pada pagi hari.
Layanan bus gratis tersebut melayani rute sepanjang Jalan Letkol Eddie Soekardi. Armada diberangkatkan setiap pukul 06.00 WIB dari Shelter Cibolang dan Shelter SMAN 5, dengan keberangkatan maksimal pukul 06.15 WIB guna memastikan ketepatan waktu bagi para pelajar dan pekerja.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum.
“Layanan bus gratis ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat yang beraktivitas pagi hari. Selain mengurangi biaya transportasi, ini juga bagian dari upaya mengurai kemacetan dan menekan penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Tekan Kemacetan, Bangun Budaya Transportasi Publik
Program Sambungrasa tidak hanya berorientasi pada layanan gratis semata, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam membangun budaya penggunaan angkutan umum di Kota Sukabumi.
Dishub memastikan setiap armada telah melalui pengecekan rutin, sementara pengemudi diwajibkan memenuhi standar keselamatan berkendara. Faktor kenyamanan dan keamanan menjadi prioritas agar masyarakat merasa percaya dan terbiasa menggunakan transportasi publik.
Antusiasme warga pun mulai terlihat. Sejumlah penumpang, mulai dari pelajar hingga pekerja, memanfaatkan layanan tersebut setiap pagi.
BACA JUGA: Wali Kota Sukabumi Gandeng OJK Jabar, Kejar Lonjakan KUR dan Perkuat Pembiayaan UMKM
“Alhamdulillah mereka mengaku terbantu dengan adanya fasilitas transportasi gratis yang tepat waktu dan nyaman,” kata Iskandar.
Berpotensi Dikembangkan, Rute Akan Dievaluasi
Menurut Iskandar, program bus gratis ini akan terus dievaluasi untuk melihat efektivitas layanan serta potensi pengembangan rute di masa mendatang. Evaluasi dilakukan berdasarkan tingkat okupansi, ketepatan waktu, serta dampaknya terhadap pengurangan kendaraan pribadi di jalan.
Pemerintah berharap, kehadiran bus gratis Sambungrasa dapat menjadi solusi transportasi berkelanjutan yang tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap kelancaran lalu lintas dan kualitas lingkungan.
“Harapan kami, masyarakat semakin sadar pentingnya menggunakan angkutan umum. Pemerintah hadir memberikan solusi, dan kami ingin layanan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Sukabumi,” pungkasnya. (Zae)

