SUKABUMI-– Di sebuah kota kecil yang tenang di Jawa Barat, mimpi besar tumbuh tanpa batas. Dari ruang kelas SMA Negeri 3 Kota Sukabumi, dua pelajar membuktikan bahwa asal bukanlah penghalang untuk menembus panggung dunia. Mereka adalah Shusfika dan Ruby—dua nama yang kini membawa harum Kota Sukabumi ke level internasional.
Langkah mereka menuju dunia global bukanlah kebetulan. Melalui proses seleksi dan persiapan yang tidak mudah, keduanya berhasil terpilih sebagai delegasi resmi Indonesia dalam ajang International Youth Conference yang akan digelar di Rusia. Sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga keluarga, sekolah, dan seluruh masyarakat Sukabumi.
Di balik keberangkatan itu, ada harapan yang disematkan. Dalam audiensi yang berlangsung di Balai Kota Sukabumi, Wali Kota Ayep Zaki menyampaikan rasa bangganya secara langsung. Didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, ia menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti bahwa Sukabumi mampu melahirkan talenta berkelas dunia.
BACA JUGA: Dadang Hermawan: Masjid Ponpes Sirojul Ummah Perkuat Pendidikan Keagamaan di Surade
“Terpilihnya dua siswa ini sebagai delegasi resmi Indonesia membuktikan bahwa Kota Sukabumi mampu mencetak generasi unggul,” ujarnya.
Bagi Shusfika dan Ruby, konferensi ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Lebih dari itu, ini adalah ruang belajar global—tempat bertemunya gagasan, budaya, dan perspektif dari berbagai negara. Mereka akan membahas isu-isu strategis tentang kehidupan anak di dunia, sekaligus merancang sebuah buku panduan yang diharapkan dapat menjadi warisan pemikiran bagi generasi berikutnya.
“Kami akan berdiskusi dan bertukar sudut pandang dengan peserta dari berbagai negara. Target akhirnya adalah menyusun buku panduan untuk membantu peserta di masa mendatang,” ungkap Shusfika dengan penuh semangat.
Program ini berada di bawah naungan pemerintah Rusia melalui inisiatif Movement of the First dan IYAKO, yang mempertemukan generasi muda dari berbagai belahan dunia. Di forum inilah, suara anak muda tidak hanya didengar, tetapi juga dihargai sebagai bagian dari solusi masa depan.
BACA JUGA: Career Day XVI SMAN 1 Kota Sukabumi Jadi Etalase Kolaborasi Pendidikan dan Dunia Kerja
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata. Kepala Disporapar, Rahmat Sukandar, menyebut keikutsertaan keduanya sebagai kebanggaan tersendiri. Ia menilai, meski Sukabumi bukan kota besar, kontribusinya dalam melahirkan generasi berprestasi tak bisa dipandang sebelah mata.
Di balik semua pencapaian ini, tersimpan pesan yang lebih besar. Bahwa mimpi anak-anak daerah tidak pernah kalah besar dibanding mereka yang lahir di kota metropolitan. Bahwa dengan kerja keras, keberanian, dan dukungan yang tepat, siapa pun bisa melangkah lebih jauh.
Kini, langkah Shusfika dan Ruby bukan hanya perjalanan pribadi, tetapi juga representasi harapan. Harapan bahwa generasi muda Sukabumi berani tampil, bersuara, dan berkontribusi di panggung dunia.
Dan dari kota yang sederhana ini, dunia kembali diingatkan—bahwa talenta hebat bisa lahir dari mana saja. (Zae)

