SUKABUMI – Dua suporter Persib Bandung masih menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi Cibadak setelah menjadi korban pengeroyokan sepulang nonton bareng laga Persib kontra Persija di wilayah Cibatu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu malam (10/5/2026). Sementara satu orang korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Insiden tersebut menyebabkan tiga Bobotoh mengalami luka-luka dengan kondisi berbeda, mulai dari luka sobek di kepala hingga luka dalam akibat pukulan saat bentrokan terjadi di jalanan.
Humas RSUD Sekarwangi Cibadak, Irman Firmansyah Saputra, mengatakan dua korban hingga kini masih mendapatkan penanganan medis dari pihak rumah sakit.
Baca Juga: Uang DP Umroh Rp5 Juta Jadi Awal Bedah Rumah Rp70 Juta untuk Warga Talagasari Jampangkulon
“Ada dua pasien yang masih dalam observasi. Satu korban mengalami luka di kepala dan mendapat tujuh jahitan, sementara satu lainnya mengalami luka dalam di bagian dada,” kata Irman saat ditemui di RSUD Sekarwangi.
Menurutnya, kondisi korban secara umum mulai membaik, namun satu pasien masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi cedera bagian dalam yang dialaminya.
“Totalnya ada tiga orang terkait insiden ini yang dibawa ke rumah sakit ini malam ini,” kata dia.
Baca Juga: Persib Bungkam Persija 2-1, Ribuan Bobotoh Kota Sukabumi Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan
Salah seorang korban diketahui mengalami luka sobek cukup serius di bagian kepala serta memar di wajah akibat pukulan benda tumpul saat kejadian berlangsung.
Peristiwa itu bermula ketika rombongan Bobotoh hendak pulang setelah menghadiri acara nonton bareng pertandingan Persib melawan Persija.
Di tengah perjalanan, rombongan yang hanya terdiri dari beberapa sepeda motor mengaku dicegat oleh kelompok lain dengan jumlah lebih banyak.
Korban menyebut situasi berubah mencekam setelah sejumlah orang menyerang menggunakan bambu, kayu, batu hingga botol kaca.
“Kami sempat mencoba bertahan karena tiba-tiba dicegat di jalan. Jumlah mereka jauh lebih banyak,” ujar salah seorang korban.
Baca Juga: Panggung Rakyat Sukabumi Jadi Ruang Perlawanan terhadap Kekerasan dan Isu HAM
Saksi lain bernama Ferdiansyah mengaku datang ke lokasi untuk memastikan situasi setelah mendengar adanya keributan, namun justru ikut menjadi sasaran pengeroyokan.
“Saya datang karena khawatir bentrokan meluas, tapi malah ikut dikeroyok,” katanya.
Korban lainnya, Yogi, mengatakan dirinya sempat berusaha menghindari bentrokan dengan memutar arah kendaraan, namun kondisi di lokasi sudah tidak terkendali.
“Saya sempat lari karena teman-teman sudah dipukul dan ditendang. Untung ada warga yang membantu,” ungkapnya.
Baca Juga: Angkot di Cibadak Sukabumi Hangus, Perbaikan Knalpot Berujung Kebakaran
Ketua Mabes Bomber Sukabumi Barat (MBSB), Ade Supriadi atau Kang Abo, membenarkan adanya anggota suporter yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
“Informasinya ada pencegatan saat pulang nobar. Dari Bomber ada satu korban, sementara dari Viking ada dua orang,” ujarnya.
Ia meminta seluruh suporter tetap menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat kepolisian agar tidak terjadi aksi balasan.
Saat ini peristiwa pengeroyokan terhadap Bobotoh tersebut telah dilaporkan dan tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.

