Berita Utama

Kontingen Kota Sukabumi Terancam Gagal Tampil di Porprov Jabar 2026 Akibat Krisis Anggaran

×

Kontingen Kota Sukabumi Terancam Gagal Tampil di Porprov Jabar 2026 Akibat Krisis Anggaran

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi sejumlah atlet karate saat melakukan latihan rutin di GOR Lapang Merdeka Kota Sukabumi. (Foto/Rizky Sukabumiku.id)

SUKABUMI – Nasib kontingen Kota Sukabumi untuk tampil di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) 2026 kini berada di ujung tanduk. Krisis anggaran yang melanda pemerintah daerah membuat keberangkatan atlet terancam tidak dapat terlaksana secara maksimal, bahkan berpotensi batal apabila solusi pendanaan tidak segera ditemukan.

Kondisi tersebut diakui langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi hambatan utama dalam membiayai kebutuhan kontingen yang akan berlaga di pesta olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.

“Usulan keberangkatan memang sudah ada, tetapi kondisi anggaran daerah saat ini belum memungkinkan. Kalau anggaran tidak tersedia, tentu tidak bisa dipaksakan,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (12/05/26).

BACA JAGA : Jelang Porprov 2026, Primaya Hospital Jadi Mitra Medis KONI Kota Sukabumi

Ayep menjelaskan, tekanan terhadap APBD 2026 terjadi setelah adanya penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Situasi itu membuat pemerintah harus melakukan efisiensi di berbagai sektor, termasuk pembiayaan olahraga.

Meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi mengalami kenaikan, namun angka tersebut dinilai belum cukup untuk menutup seluruh kebutuhan pembiayaan daerah yang terus meningkat.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mengambil langkah berutang demi membiayai keberangkatan atlet ke Porprov. Menurutnya, seluruh pihak harus memahami kondisi fiskal daerah secara realistis.

“Masa harus pinjam uang untuk itu? Tentu tidak mungkin,” tegasnya.

BACA JUGA : Yosep M Yunansyah Resmi Dilantik sebagai Ketua KONI Kota Sukabumi, Akan Bikin Gebrakan Baru!

Sebagai langkah mencari jalan keluar, Pemerintah Kota Sukabumi kini mendorong optimalisasi pendapatan dari sektor pajak, terutama dari perusahaan besar yang memiliki kewajiban membayar pajak daerah. Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) disebut menjadi potensi yang diharapkan mampu menopang kebutuhan daerah.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah, memastikan pihaknya terus berupaya mencari sumber pendanaan alternatif agar para atlet tetap memiliki kesempatan tampil di Porprov Jabar 2026.

“Kami tidak tinggal diam. Berbagai upaya sedang dilakukan agar kontingen tetap bisa berangkat dan atlet tidak kehilangan kesempatan bertanding,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan yang ada, KONI Kota Sukabumi juga mulai menyesuaikan target prestasi secara realistis. Dari puluhan cabang olahraga yang dipersiapkan, target perolehan medali emas dipatok lebih rendah dibandingkan target sebelumnya.

Situasi tersebut menjadi tantangan berat bagi dunia olahraga Kota Sukabumi. Jika persoalan anggaran tidak segera terselesaikan, maka perjuangan para atlet yang selama ini menjalani latihan intensif berpotensi sia-sia.

Padahal, Porprov Jabar 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi atlet daerah untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus membawa nama harum Kota Sukabumi di tingkat provinsi.