BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat upaya percepatan investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT). Salah satu proyek strategis yang menjadi fokus adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Saguling dengan nilai investasi mencapai US$80 juta atau sekitar Rp1,44 triliun.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan sidang terbuka debottlenecking Pelayanan Percepatan Penyelesaian Permasalahan Proyek Strategis (P2SP) yang digelar di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, pada awal Mei 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan forum tersebut menjadi langkah penting dalam menyelesaikan berbagai kendala yang berpotensi menghambat realisasi investasi strategis di Jawa Barat.
Baca Juga : Resep Chicken Nugget Rumahan, Solusi Bekal Anak yang Praktis dan Disukai
Menurutnya, proyek PLTS Terapung Saguling memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai tujuan investasi sektor energi hijau.
“Proyek ini tidak hanya mendukung transisi energi menuju energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat daya tarik investasi Jawa Barat di sektor energi terbarukan,” ujar Dedi.
Dalam forum tersebut, berbagai aspek mulai dari administrasi, teknis, hingga perizinan dibahas secara terintegrasi oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan investor. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dan mempercepat realisasi investasi.
Baca Juga : Resep Sate Goreng Sapi Pedas, Olahan Daging Kurban yang Gurih dan Bikin Nagih
Selain mendukung target energi bersih, proyek PLTS Terapung Saguling juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas. Mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, hingga manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan proyek.
Dedi menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke Jawa Barat harus mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap investasi yang masuk harus mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah. Karena itu, kami terus melakukan fasilitasi dan koordinasi agar proyek-proyek strategis dapat terealisasi dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal,” katanya.
Pemprov Jawa Barat melalui DPMPTSP juga akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, mempermudah proses perizinan, serta mendorong kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan nilai investasi mencapai Rp1,44 triliun, proyek PLTS Terapung Saguling menjadi salah satu simbol keseriusan Jawa Barat dalam menarik investasi hijau sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan.(SE)

