SUKABUMI – Menjelang pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, umat Muslim diimbau memanfaatkan waktu penghujung tahun untuk melakukan introspeksi diri atau muhasabah. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa akhir tahun sebagai bentuk penutup perjalanan spiritual selama setahun terakhir.
Dikutip dari Detik, berdasarkan kalender Hijriah, hari terakhir tahun 1447 H jatuh pada Senin, 15 Juni 2026 atau bertepatan dengan 29 Dzulhijjah. Dalam tradisi Islam, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari, sehingga momen membaca doa akhir tahun dilakukan selepas salat Ashar hingga menjelang Magrib.
Momentum ini dinilai penting untuk memohon ampun atas segala kesalahan. Dalam doa tersebut, terkandung permohonan agar Allah SWT mengampuni dosa serta menerima amal ibadah yang telah
dilakukan.
Baca Juga: Jerman dan Swedia Tampil Perkasa, Belanda Ditahan Jepang
Dalam salah satu penggalan doa disebutkan, “Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan selama setahun ini yang Engkau larang dan belum sempat aku tobati, aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku.” Doa ini juga berisi harapan agar amal baik diterima dan tidak terputus harapan seorang hamba kepada Tuhannya.
Selain doa panjang, terdapat pula versi singkat yang memiliki makna serupa, yakni permohonan ampun atas kesalahan dan harapan diterimanya amal kebaikan.
Dalam praktiknya, sejumlah kitab amaliyah menganjurkan doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali. Sebelum itu, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak dzikir seperti istighfar minimal 11 kali, membaca sholawat Nabi, serta Ayat Kursi.
Baca Juga: Borong Dua Juara, Bapenda Kabupaten Sukabumi Unggul di AAI Award 2026
Para ulama menegaskan bahwa membaca doa akhir tahun tidak dilarang dalam Islam. Justru, hal ini menjadi bagian dari refleksi diri dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Syekh Abdul Hamid Muhammad Ali dalam salah satu kitabnya menggambarkan keutamaan doa ini dengan sebuah ungkapan, bahwa setan akan berkata, “Kami telah bersusah payah bersamanya sepanjang tahun, namun dia merusak semua usaha kami hanya dalam sesaat.” Ungkapan tersebut menunjukkan betapa besar nilai taubat di akhir waktu.
Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan kalender, tetapi menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di tahun berikutnya.

