Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Kabupaten Sukabumi, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

×

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Kabupaten Sukabumi, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Sebarkan artikel ini
Citra laporan BMKG tentang Gempa M3,4 mengguncang Kabupaten Sukabumi dini hari tadi, Rabu (01/07/2026). Getaran dirasakan di Simpenan, namun hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun gempa susulan. (Fotoo: Dok BMKG)

SUKABUMI – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,4 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (1/7/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 03.57.52 WIB. Episenter berada di koordinat 7,4254 Lintang Selatan dan 106,7151 Bujur Timur atau sekitar 52 kilometer di selatan Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 24 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa karakteristik gempa menunjukkan sumbernya berasal dari aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi episenter.

Baca Juga: PAC PDI Perjuangan Jampangkulon Gelar Soekarno Cup 2026, Turnamen Futsal Antar RT Sambut Bulan Bung Karno

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat,” ujar Hartanto dalam keterangan resminya.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dengan intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Meski demikian, hingga laporan ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

Baca Juga: Embung Cikundul Disiapkan Jadi Solusi Pengendalian Banjir dan Cadangan Air Kota Sukabumi

“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” kata Hartanto.

BMKG juga menyampaikan bahwa hasil pemantauan hingga pukul 07.00 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan di wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. BMKG mengingatkan agar informasi mengenai aktivitas gempa hanya diperoleh melalui kanal resmi yang telah terverifikasi, seperti situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi BMKG.

BMKG juga meminta masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi kebencanaan dari sumber resmi guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.