JAKARTA – Setiap tanggal 1 Juli, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperingati Hari Bhayangkara. Peringatan ini bukan sekadar menjadi hari ulang tahun institusi kepolisian, tetapi juga menandai salah satu tonggak penting dalam sejarah pembentukan kepolisian nasional setelah Indonesia merdeka.
Hari Bhayangkara berawal dari peristiwa penyatuan organisasi kepolisian di berbagai daerah menjadi satu institusi nasional pada 1 Juli 1946. Momentum tersebut kemudian dikenang sebagai hari lahir Polri yang hingga kini diperingati setiap tahun.
Namun, sejarah kepolisian di Indonesia sebenarnya telah dimulai jauh sebelum kemerdekaan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, sistem kepolisian modern mulai dibentuk sekitar tahun 1897 hingga 1920 sebagai bagian dari administrasi kolonial.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sukabumi 1 Juli 2026: Cerah Berawan, Hujan Lokal Berpotensi Terjadi Siang-Sore
Ketika Jepang menduduki Indonesia, struktur kepolisian dibagi berdasarkan wilayah, seperti Jawa-Madura, Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Timur. Pada masa itu, masyarakat pribumi mulai diberi kesempatan memegang jabatan kepolisian, meski kendali tetap berada di tangan pemerintah Jepang.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) pada 19 Agustus 1945. Selanjutnya, Presiden Soekarno melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo sebagai Kepala Kepolisian Negara pada 29 September 1945.
Dalam perkembangannya, kedudukan Polri beberapa kali mengalami perubahan. Pada era Orde Lama, kepolisian menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) bersama TNI. Kemudian pada 1 Juli 1969, jabatan Panglima Angkatan Kepolisian resmi diubah menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri, sebutan yang digunakan hingga saat ini.
Perubahan besar kembali terjadi pada era Reformasi. Melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1999, Polri dipisahkan dari ABRI pada 1 April 1999. Kebijakan tersebut menjadi awal transformasi Polri sebagai institusi sipil yang berfokus pada penegakan hukum, pelayanan masyarakat, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Kabupaten Sukabumi, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
Istilah “Bhayangkara” sendiri memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua. Nama tersebut berasal dari pasukan elite bentukan Patih Gajah Mada pada masa Kerajaan Majapahit yang bertugas menjaga keamanan raja dan kerajaan.
Seiring perjalanan waktu, nama Bhayangkara kemudian diadopsi sebagai identitas Korps Bhayangkara yang kini menjadi simbol pengabdian Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Memperingati Hari Bhayangkara setiap 1 Juli menjadi pengingat atas perjalanan panjang institusi kepolisian di Indonesia, mulai dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga transformasi menuju lembaga penegak hukum yang profesional dan modern.

