JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengajak seluruh pihak menjaga pelaksanaan Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar berlangsung bersih dari praktik politik uang maupun kepentingan transaksional.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, kepada wartawan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (26/7/2026), menjelang pelaksanaan Muktamar PBNU di Jombang, Jawa Timur.
Menurutnya, organisasi Nahdlatul Ulama harus tetap dijaga dari kepentingan yang dapat mencederai independensi maupun nilai-nilai yang selama ini dipegang organisasi.
Baca Juga: Gangguan Lokomotif, KAI Hentikan Sementara Dua Perjalanan KA Siliwangi
“Karena NU tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan uang terutama perebutan-perebutan aset yang ada,” kata Muhaimin dikutip dari Kompas.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berani mengungkap apabila terdapat praktik penggunaan uang dalam proses muktamar.
“Yang penting mari kita bongkar kalau ada yang pakai uang, mari kita murnikan kembali NU,” ujarnya.
Muhaimin berharap pelaksanaan Muktamar PBNU tetap berada di tangan para ulama dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
“Mari kita kembalikan NU kepada ulama,” katanya.
Senada dengan itu, Ijtima Ulama Indonesia yang digelar PKB turut mengeluarkan rekomendasi agar Muktamar ke-35 PBNU berlangsung tanpa praktik transaksional maupun kepentingan pragmatis.
Baca Juga: Di Balik Viral Buaya Situ Habibi, Warga Sudah Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Predator Liar
Dalam forum tersebut, para ulama juga mendorong pembenahan kepengurusan PBNU sekaligus mengembalikan organisasi pada fungsi strategisnya sebagai kekuatan masyarakat sipil, mulai dari memberikan kritik konstruktif kepada pemerintah, mendampingi pemberdayaan ekonomi umat, hingga meningkatkan kualitas pendidikan.

