Kabupaten Sukabumi

Edukasi Keluarga Jadi Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Sukabumi

×

Edukasi Keluarga Jadi Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Program Edukasi Keluarga Berisiko Stunting digelar di Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dalam rangkaian Gerakan Masyarakat Sehat (GEMA Sehat), Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menyasar 100 keluarga berisiko stunting. (Foto: Istimewa)

SUKABUMI – Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Sukabumi tidak hanya bergantung pada intervensi gizi. Penguatan pengetahuan keluarga mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, dan perilaku hidup sehat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Program Edukasi Keluarga Berisiko Stunting yang digelar dalam rangkaian Gerakan Masyarakat Sehat (GEMA Sehat) di Aula Kantor Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT).

Baca Juga: 60 Siswa Lolos Seleksi Sekolah Rakyat, Sekda Ade Tekankan Disiplin dan Kemandirian

Sebanyak 100 keluarga berisiko stunting menjadi sasaran utama edukasi. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pola pengasuhan, pemenuhan kebutuhan gizi hingga upaya membangun keluarga yang berkualitas.

Pelaksanaan kegiatan turut difasilitasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi melalui jajaran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB).

Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kabupaten Sukabumi, Feri Budiman, mengatakan persoalan stunting merupakan isu nasional yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

Baca Juga: Polres Sukabumi Ungkap Penyalahgunaan LPG 3 Kg, Dipindahkan ke Tabung 12 Kg dan 50 Kg

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat diperlukan agar edukasi yang diberikan kepada keluarga berisiko stunting dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pemerintah desa, serta masyarakat, kami berharap keluarga berisiko stunting memperoleh edukasi yang tepat sehingga mampu menerapkan pola pengasuhan, pemenuhan gizi, dan perilaku hidup sehat demi mewujudkan keluarga yang berkualitas dan generasi yang sehat,” ujar Feri.

Ia menilai edukasi kepada keluarga merupakan investasi jangka panjang karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

Karena itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk memastikan program pencegahan stunting dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Freeport Proyeksikan Kontribusi ke Negara Tembus Rp100 Triliun per Tahun

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi ketahanan keluarga.

Materi lainnya mencakup pola asuh positif, komunikasi efektif antaranggota keluarga, kepedulian sosial terhadap keluarga rentan, serta diskusi interaktif. Peserta juga diajak menyampaikan komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting.