Berita UtamaNasional

Lebih dari 3 Juta Warga Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78 Persen

×

Lebih dari 3 Juta Warga Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78 Persen

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalanan di Kalimantan yang diselimuti asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: Media Sosial)

SUKABUMI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat dengan lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar asap karhutla.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat paparan tersebut terjadi di tujuh provinsi yang terdampak karhutla hingga 21 Agustus 2026.

Ketujuh provinsi tersebut yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga: Komentar Facebook Berujung Perkelahian, Kades di Curugkembar Sukabumi Dilaporkan ke Polisi

Enam dari tujuh provinsi tersebut telah menetapkan status siaga darurat bencana di tengah kondisi kemarau panjang yang berlangsung sejak awal 2026.

Dampak kesehatan paling terlihat dari meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah yang terdampak asap karhutla.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan peningkatan kasus ISPA terjadi cukup signifikan di sejumlah daerah.

Di Kalimantan Tengah, misalnya, kasus ISPA meningkat dari 402 kasus menjadi 716 kasus hanya dalam waktu satu pekan.

Baca Juga: Lapangan Baru Posal Ujunggenteng Jadi Arena Adu Talenta Voli Terbaik Pajampangan

Angka tersebut menunjukkan kenaikan kasus ISPA sekitar 78,1 persen dalam periode tersebut.

Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026.

Lonjakan kasus ISPA di Kalimantan Barat dilaporkan paling tinggi terjadi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Kondisi serupa juga terjadi di Riau dan Kalimantan Selatan, sementara warga di sejumlah wilayah terdampak turut mengalami keluhan asma dan iritasi akibat paparan asap.

Baca Juga: Soal Dugaan Salah Pemberian Obat Disorot, Komisi III DPRD Sukabumi Siap Panggil Kepala Puskesmas dan Dinkes

Meski dampak kesehatan akibat karhutla terus meningkat, hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa akibat bencana asap tersebut.

Kemenkes kemudian mengambil langkah mitigasi dengan mengerahkan ratusan tenaga kesehatan serta mendistribusikan logistik kesehatan ke wilayah yang terdampak.

“Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak untuk mengantisipasi peningkatan kasus penyakit akibat paparan asap karhutla.