SUKABUMI – Kehadiran Sirkuit Cibayawak di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, membuka ruang baru bagi perkembangan olahraga otomotif di wilayah selatan.
Sirkuit tersebut resmi dibuka pada Minggu (30/8/2026), ditandai dengan pelaksanaan event grasstrack yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu. Ajang ini diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Banten.
Peresmian dilakukan Wakil Bupati Sukabumi H Andreas. Menurutnya, keberadaan sirkuit dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan minat di bidang olahraga otomotif melalui kegiatan yang terarah dan positif.
Baca Juga: Pasar Rakyat UMKM HJKS ke-156 Dibuka, Bupati Asep Japar Dorong Produk Lokal Naik Kelas
“Kegiatan positif ini menjadi salah satu ajang untuk menyalurkan hobi, tetapi juga bisa ada pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Bojongsari,” ujar H Andreas.
Lebih dari sekadar tempat perlombaan, sirkuit diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melahirkan dan mengembangkan bibit-bibit baru olahraga otomotif, khususnya dari kalangan muda.
Keberadaan fasilitas tersebut juga menjadi bukti bahwa potensi olahraga di daerah tidak selalu harus bertumpu pada wilayah perkotaan. Dengan dukungan masyarakat dan pengelolaan yang baik, kawasan Jampangkulon memiliki peluang menjadi salah satu titik kegiatan otomotif di Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Berawal dari Bakar Sampah, Ruko di Surade Terbakar Hebat
H Andreas mengapresiasi proses pembangunan dan pengelolaan sirkuit yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, tokoh masyarakat hingga pemerintah desa.
Ia berharap aktivitas di Sirkuit Cibayawak dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada satu event saja.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan positif ini menjadikan Desa Bojongsari berkah dan masyarakatnya sehat semuanya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Event Grasstrack Tintus Aryanto mengatakan perlombaan di Sirkuit Cibayawak mempertandingkan sejumlah kelas.
Sekitar 60 peserta dari Jawa Barat dan Banten ambil bagian dalam event tersebut. Menurut Tintus, ajang ini menjadi kesempatan bagi para penghobi grasstrack untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas pengalaman bertanding.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih 60 peserta dari Jawa Barat dan Banten,” ujarnya.
Dengan mulai dimanfaatkannya Sirkuit Cibayawak, keberlanjutan agenda menjadi pekerjaan berikutnya. Konsistensi penyelenggaraan event, pembinaan pembalap muda serta pengelolaan sirkuit secara aman dan profesional akan menjadi faktor penting agar fasilitas ini benar-benar berkembang menjadi pusat aktivitas otomotif di wilayah Jampangkulon.

