BANDUNG — Persiapan dana pensiun dinilai perlu dilakukan sejak seseorang masih berada pada usia produktif, bukan baru ketika mendekati masa pensiun. Pesan tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan Bulan Dana Pensiun 2026 yang digelar DPLK bank bjb di Lapangan Saparua, Kota Bandung, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DPLK bank bjb meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa dana pensiun merupakan bagian dari pengelolaan keuangan secara menyeluruh. Persiapan yang dilakukan lebih awal memberikan waktu lebih panjang bagi seseorang untuk membangun dana pensiun secara bertahap sesuai kemampuan finansialnya.
Baca Juga: Bank bjb Hadirkan SR025, Investasi Mulai Rp1 Juta dengan Imbal Hasil hingga 6,90 Persen
DPLK bank bjb juga mendorong masyarakat usia produktif membangun kebiasaan finansial yang sehat, antara lain dengan mengatur pengeluaran, menyisihkan sebagian penghasilan, serta menyiapkan instrumen keuangan untuk kebutuhan jangka panjang.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat Darwisman dan Direktur Pengawasan Dana Pensiun OJK Pusat Dinar Sukmasari turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Asisten Daerah II Kota Bandung Dudy Prayudi, Direktur Kepatuhan bank bjb Asep Dani Fadillah, Ketua Dewan Pengawas DPLK bank bjb Nur Hasan Kurniawan, serta Ketua Pengurus DPLK bank bjb Rinda Merindawati.
Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendorong kesadaran masyarakat mengenai perencanaan keuangan dan kesiapan menghadapi masa depan.
Bagi DPLK bank bjb, perencanaan dana pensiun tidak semata berkaitan dengan kondisi finansial setelah seseorang berhenti bekerja. Dana pensiun juga dipandang sebagai bagian dari persiapan untuk mempertahankan kualitas hidup secara mandiri dan sejahtera pada fase kehidupan mendatang.
Baca Juga: bank bjb Dorong Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Desa lewat Agen bjb Bisa
Karena itu, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai mempersiapkan dana pensiun. Langkah yang dilakukan secara bertahap dan konsisten dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan finansial.
Kegiatan Bulan Dana Pensiun 2026 juga memadukan edukasi finansial dengan berbagai aktivitas yang mendorong gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan kebersamaan masyarakat.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi masa pensiun tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial. Kesehatan, aktivitas positif, dan kehidupan sosial juga menjadi bagian dari kualitas kehidupan yang perlu dipersiapkan.
DPLK bank bjb menyatakan peningkatan literasi dana pensiun diperlukan agar masyarakat memiliki perspektif jangka panjang dalam mengelola pendapatan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu menentukan prioritas antara kebutuhan saat ini dan tujuan finansial di masa depan.
Baca Juga: bank bjb Raih Dua Penghargaan OJK, Edukasi Keuangan Menyasar 81 Sekolah
Literasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, sehingga masyarakat memiliki pemahaman dan akses terhadap pilihan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing.
Melalui kegiatan Bulan Dana Pensiun, DPLK bank bjb terus mendorong masyarakat untuk mulai memikirkan masa pensiun sejak sekarang. Edukasi mengenai perencanaan keuangan diharapkan dapat membentuk kebiasaan finansial yang lebih disiplin dan konsisten.
Dengan semangat “Siap untuk Masa Depanmu”, DPLK bank bjb berkomitmen memperkuat edukasi, literasi, dan inklusi keuangan sekaligus menghadirkan solusi perencanaan dana pensiun bagi masyarakat.

