SUKABUMI – Penanganan dampak bencana di Kabupaten Sukabumi kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI turun langsung ke Sukabumi untuk melihat kondisi pascabencana sekaligus memetakan kebutuhan yang masih belum tertangani.
Tim KSP dipimpin Staf Ahli AA Ade Kadarisman dan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman di Pendopo Sukabumi, Rabu (23/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Sukabumi H. Asep Japar dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman sebelumnya.
KSP tidak hanya datang untuk mendengar laporan administratif. Tim berencana melihat langsung kondisi di lapangan, terutama dampak bencana yang berkaitan dengan sektor pendidikan dan kesehatan.
Baca Juga: 658 Keluarga di Padajaya Bersiap Terima Bantuan Beras, Totalnya Capai 19,74 Ton
AA Ade Kadarisman mengatakan, kunjungan selama 23–24 September 2026 tersebut dilakukan untuk mencermati persoalan kebencanaan secara lebih menyeluruh.
“Kita akan optimalkan selama di Sukabumi ini untuk mendengarkan paparan dan mengunjungi lokasinya,” ujarnya.
Persoalan yang dihadapi Sukabumi bukan hanya bencana yang baru terjadi, tetapi juga pekerjaan rumah dari bencana sebelumnya.
Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menyebut bencana telah berulang terjadi sejak 2024. Dampaknya masih menyisakan kerusakan sejumlah infrastruktur yang belum seluruhnya dapat ditangani.
Menurut Ade, kondisi tersebut membuat dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dibutuhkan agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok di Sukabumi Dipantau, Beras Medium Rp13.750 per Kilogram
“Sejak 2024 kita terus dilanda bencana. Sisa-sisa bencana itu belum bisa ditangani sepenuhnya. Perlu adanya campur tangan pusat dan provinsi agar penanganan bisa optimal,” ungkapnya.
Kehadiran KSP pun diarahkan untuk mempertemukan persoalan di lapangan dengan kebutuhan penanganan yang membutuhkan dukungan lintas pemerintahan.
Selama berada di Sukabumi, tim KSP dijadwalkan menerima paparan dari sejumlah kepala perangkat daerah sebelum melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak.
Ade berharap proses tersebut dapat mempercepat tindak lanjut terhadap kebutuhan pascabencana yang masih menjadi pekerjaan rumah Kabupaten Sukabumi.
“Mudah-mudahan, kehadiran KSP ini dapat mempercepat yang dibutuhkan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Dengan kunjungan lapangan selama dua hari, perhatian kini diarahkan pada seberapa jauh persoalan pascabencana—terutama yang menyentuh layanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur—dapat dipetakan dan ditindaklanjuti.

