SUKABUMI – Lonjakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi mendorong manajemen rumah sakit melakukan pembenahan sistem pelayanan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi terkait pengelolaan rujukan dan kapasitas perawatan.
Direktur UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H., Yanyan Rusyandi, mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi untuk membahas kondisi tersebut pada Senin (14/9/2026).
Koordinasi dilakukan di tengah meningkatnya beban pasien yang masuk ke IGD. Kondisi overcapacity dinilai perlu segera ditangani agar pelayanan terhadap pasien dalam kondisi gawat darurat tetap berjalan dengan baik.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Hadirkan Promo Terapi Regeneratif
Penumpukan pasien di IGD dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari tingginya rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), ketersediaan tempat tidur rawat inap, hingga pemahaman mengenai kondisi yang masuk kategori kegawatdaruratan.
Dalam pertemuan tersebut, RSUD R. Syamsudin bersama BPJS Kesehatan membahas sejumlah langkah untuk memperbaiki tata kelola pelayanan. Di antaranya penataan alur rujukan berjenjang, penguatan sistem triase, serta integrasi informasi mengenai ketersediaan tempat tidur.
Yanyan mengatakan kondisi overcapacity di IGD tidak boleh mengurangi kualitas penanganan terhadap pasien yang membutuhkan pertolongan segera.
Baca Juga: UOBK RSUD R Syamsudin SH Tetapkan Standar Pelayanan, Tekankan Layanan Profesional dan Transparan
“Kondisi overcapacity di IGD tidak boleh mengorbankan mutu dan ketepatan penanganan pasien gawat darurat. Melalui koordinasi bersama BPJS Kesehatan ini, kami menyelaraskan alur rujukan dari faskes primer sekaligus membenahi manajemen internal rumah sakit,” ujar Yanyan.
Menurutnya, pembenahan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga pelayanan kesehatan tetap aman dan responsif di tengah tingginya beban rujukan dari wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Salah satu fokus pembenahan adalah bed management atau pengelolaan tempat tidur. Sistem tersebut diarahkan agar pasien dari IGD yang membutuhkan perawatan lanjutan dapat lebih cepat dipindahkan ke ruang rawat inap ketika tempat tidur tersedia.
Baca Juga: BPJS PBI Nonaktif, RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Prioritaskan Pelayanan
Dengan pengelolaan kapasitas yang lebih baik, waktu tunggu pasien di area IGD diharapkan dapat ditekan sehingga ruang pelayanan gawat darurat dapat digunakan sesuai fungsinya.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan turut mendorong penguatan pelayanan di tingkat pertama. Puskesmas dan klinik diharapkan dapat menangani kasus yang tidak masuk kategori kegawatdaruratan secara optimal sehingga tidak seluruhnya berujung pada rujukan ke rumah sakit.
Penataan alur rujukan tersebut menjadi salah satu bagian dari koordinasi antara RSUD R. Syamsudin dan BPJS Kesehatan untuk menghadapi tingginya kunjungan pasien.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan dan kapasitas rumah sakit, khususnya pelayanan gawat darurat.

