Kabupaten Sukabumi

DPPKB Jemput Bola, Layanan KB Hadir di Touring Ngalongok Dulur di Lembur

×

DPPKB Jemput Bola, Layanan KB Hadir di Touring Ngalongok Dulur di Lembur

Sebarkan artikel ini
Petugas DPPKB Kabupaten Sukabumi memberikan pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat di salah satu titik yang dilalui touring Ngalongok Dulur di Lembur, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Istimewa)

SUKABUMI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi memanfaatkan kegiatan touring “Ngalongok Dulur di Lembur” untuk mendekatkan pelayanan keluarga berencana (KB) kepada masyarakat.

Pelayanan KB tersebut dibuka di sejumlah titik yang dilalui rombongan touring pada Sabtu (19/9/2026), mencakup Kecamatan Jampangtengah, Jampangkulon, dan Surade.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Namun, bagi DPPKB, momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan dasar langsung di tengah masyarakat.

Baca Juga: Kepala DPPKB Hadir Dampingi Wabup Sukabumi Bahas Percepatan Penanganan Stunting

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha, melalui Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Feri Budiman, mengatakan pelayanan lapangan tersebut merupakan upaya memperluas akses masyarakat terhadap program KB.

“Pelayanan KB kami hadirkan di beberapa titik yang dilewati touring Ngalongok Dulur di Lembur. Ini menjadi kesempatan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya di Jampangtengah, Jampangkulon, dan Surade,” ujar Feri.

Adapun layanan yang diberikan meliputi suntik KB dan pemasangan implan. Masyarakat dapat memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhan setelah mendapatkan informasi dan pelayanan dari petugas.

Baca Juga: 21 Pejabat DPPKB Sukabumi Dilantik, Perkuat Layanan Pengendalian Penduduk dan KB di Wilayah

Menurut Feri, kehadiran pelayanan KB dalam kegiatan yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan program kependudukan dan keluarga berencana.

“Prinsipnya, ketika ada kegiatan yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat, pelayanan dasar seperti KB juga kami hadirkan. Harapannya, akses masyarakat terhadap pelayanan kontrasepsi semakin mudah,” katanya.

Pendekatan jemput bola tersebut dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh layanan tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan. Selain memperluas jangkauan, pelayanan langsung di lapangan juga menjadi kesempatan bagi petugas untuk memberikan informasi mengenai pilihan kontrasepsi.

Baca Juga: Cegah Stunting dari Keluarga, DPPKB Sukabumi Edukasi 100 Keluarga Berisiko

Feri menegaskan, pelayanan KB tidak hanya berfokus pada pemberian alat kontrasepsi. Setiap peserta tetap mendapatkan pelayanan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing serta mengikuti prosedur yang berlaku.

“Pelayanan bukan hanya soal memberikan kontrasepsi, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan informasi dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya,” tuturnya.