Kota Sukabumi

400 Siswa Syafana Islamic School Jelajahi Sejarah dan Potensi Wisata Kota Sukabumi Lewat Eduwisata Sukabumi City Tour

×

400 Siswa Syafana Islamic School Jelajahi Sejarah dan Potensi Wisata Kota Sukabumi Lewat Eduwisata Sukabumi City Tour

Sebarkan artikel ini
400 siswa Syafana Islamic School, Kabupaten Tangerang, saar mengikuti kegiatan Eduwisata Sukabumi City Tour. (FOTO : Dokumentasi Sukabumiku.id)

SUKABUMI — Gedung Juang 45 Kota Sukabumi menjadi salah satu ruang belajar bagi sekitar 400 siswa Syafana Islamic School, Kabupaten Tangerang, dalam kegiatan Eduwisata Sukabumi City Tour, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dan menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas. Para siswa diajak mengenal berbagai sisi Kota Sukabumi, mulai dari sejarah, budaya, kuliner hingga potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut.

Rombongan sebelumnya telah mengikuti kegiatan arung jeram di kawasan Citatih. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Sukabumi untuk mengikuti agenda eduwisata yang dikemas dengan pengalaman belajar secara langsung.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi bersama jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Perwakilan Yayasan Syafana Islamic School, Ustaz H. Mantazakka, Lc., mengatakan kunjungan ke Kota Sukabumi memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan hiburan, tetapi juga memperluas wawasan peserta didik melalui pembelajaran di luar lingkungan sekolah.

Pemilihan Gedung Juang 45 sebagai salah satu lokasi kunjungan juga dinilai memiliki nilai edukatif. Para siswa mendapatkan kesempatan mengenal salah satu tempat yang berkaitan dengan perjalanan sejarah perjuangan di Kota Sukabumi.

Melalui kunjungan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui kisah sejarah, tetapi juga dapat mengambil nilai perjuangan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bobby Maulana menyambut kedatangan keluarga besar Syafana Islamic School dan mengajak para peserta menikmati seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari pengalaman belajar.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, saya mengucapkan selamat datang kepada keluarga besar Syafana Islamic School. Terima kasih sudah hadir di Kota Sukabumi,” kata Bobby.

Dalam sambutannya, Bobby menjelaskan bahwa aktivitas wisata dapat menjadi media pembelajaran. Ketika berkunjung ke suatu daerah, wisatawan tidak hanya menikmati suasana, tetapi juga dapat mengenal karakter masyarakat, sejarah, budaya, makanan khas, serta berbagai potensi yang berkembang di daerah tersebut.

Ia pun memperkenalkan sejumlah kekayaan budaya Kota Sukabumi kepada para peserta, termasuk bola leutik seuseukeut atau Boles yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia MURI.

Pengalaman peserta kemudian tidak berhenti pada pengenalan sejarah dan budaya. Para siswa juga dijadwalkan mengenal kuliner khas Sukabumi, salah satunya melalui kegiatan pembuatan mochi.

Bagi Bobby, pengalaman seperti itu dapat memberikan pemahaman yang lebih konkret kepada pelajar mengenai kekayaan lokal. Siswa dapat melihat langsung bagaimana sebuah produk kuliner menjadi bagian dari identitas dan potensi ekonomi suatu daerah.

Selain memperkenalkan potensi wisata, Bobby menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga jati diri generasi muda di tengah perkembangan teknologi.

Menurut dia, kemajuan teknologi digital dan kecerdasan artifisial memberikan banyak peluang bagi generasi muda. Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap sejarah, budaya, lingkungan, dan identitas daerah.

Bobby juga mengajak para siswa menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Platform digital, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan konten edukatif dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

“Jadikan media sosial sebagai media untuk mengampanyekan kebaikan, belajar untuk memvalidasi berita, mengecek fakta dan data. Itu penting,” ujarnya.

Kunjungan ke Gedung Juang 45 juga dimanfaatkan untuk mengajak para peserta memahami perjalanan sejarah bangunan tersebut. Bobby berharap pengenalan sejarah secara langsung dapat menumbuhkan rasa syukur sekaligus penghargaan terhadap perjuangan generasi terdahulu.

Ia menilai konsep eduwisata dapat menjadi salah satu cara membentuk karakter anak muda. Pengalaman di lapangan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, beradaptasi, berinteraksi dengan lingkungan, serta menemukan pelajaran dari setiap aktivitas yang dilakukan.

Kepada para peserta, Bobby juga berpesan agar setiap aktivitas diawali dengan niat yang baik dan dijalankan secara konsisten.

“Awali segala sesuatu dengan niat yang baik. Niat baik insyaallah hasilnya baik. Tetap fokus, konsisten, komitmen, senantiasa berbuat baik, beramal saleh, dan bersyukur,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berharap para siswa memperoleh pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya wawasan tentang sejarah, budaya dan potensi lokal.

Kunjungan Syafana Islamic School sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Kota Sukabumi sebagai daerah yang memiliki beragam daya tarik, mulai dari destinasi wisata hingga kekayaan budaya dan kuliner.

Bobby pun menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan dan berharap keluarga besar Syafana Islamic School dapat kembali berkunjung ke Kota Sukabumi pada kesempatan mendatang.