SUKABUMI — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sukabumi segera memasuki agenda penting organisasi. Musyawarah Kota (Mukota) V dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober 2026 dengan tingkat partisipasi anggota yang cukup tinggi.
Hingga batas akhir pengembalian formulir, panitia mencatat 44 anggota telah menyatakan keikutsertaan dalam agenda lima tahunan tersebut. Dari seluruh berkas yang masuk, terdapat pula satu nama yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Kadin Kota Sukabumi periode 2026–2031, yakni Hj. Elis Sugiarti.
Ketua Pelaksana Mukota V Kadin Kota Sukabumi, Deni Hidayatulloh, mengatakan persiapan pelaksanaan Mukota telah dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada aturan organisasi.
Menurutnya, panitia telah menjalankan sejumlah tahapan administratif, termasuk menyampaikan pemberitahuan kepada anggota Kadin serta asosiasi dan himpunan yang berada di wilayah Kota Sukabumi.
“Seluruh tahapan sebagaimana yang disyaratkan dalam peraturan organisasi sudah kami jalankan, mulai dari pemberitahuan kepada anggota Kadin serta asosiasi dan himpunan yang ada di Kota Sukabumi,” ujar Deni.
Pemberitahuan mengenai Mukota disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial Kadin Jawa Barat dan surat resmi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Deni menjelaskan, mekanisme pengambilan formulir peserta dan calon ketua telah ditetapkan paling lambat tujuh hari sebelum pelaksanaan Mukota. Sedangkan pengembalian formulir ditutup pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Dari proses tersebut, panitia menerima 44 berkas peserta yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin.
Jumlah tersebut menjadi indikator tingginya keterlibatan anggota. Berdasarkan database Kadin Kota Sukabumi, terdapat 51 perusahaan, badan usaha maupun perusahaan perseorangan yang tercatat memiliki KTA.
“Dari 51 anggota Kadin Kota Sukabumi yang tercatat memiliki KTA, sebanyak 44 peserta telah mengembalikan formulir. Ini menunjukkan adanya partisipasi yang tinggi dalam pelaksanaan Mukota V,” ungkap Deni.
Selain anggota Kadin, dukungan terhadap agenda organisasi tersebut juga datang dari 10 asosiasi dan himpunan yang ada di Kota Sukabumi.
Bagi panitia, keterlibatan asosiasi dan himpunan memiliki arti penting. Organisasi-organisasi tersebut menjadi wadah bagi para pelaku usaha dari berbagai sektor, sehingga dukungannya dinilai mencerminkan adanya perhatian dunia usaha terhadap keberlangsungan Kadin di Kota Sukabumi.
“Sejatinya yang memiliki anggota adalah asosiasi dan himpunan. Ketika kami sebagai penyelenggara mendapatkan dukungan dari mereka, ini menunjukkan bahwa Mukota V Kadin Kota Sukabumi dinantikan oleh para pelaku usaha,” kata Deni.
Mukota V nantinya tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi. Agenda tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan Kadin sekaligus merumuskan arah organisasi dalam menghadapi dinamika dunia usaha ke depan.
Kadin Kota Sukabumi juga ingin menjadikan momentum tersebut sebagai titik penguatan komunikasi antara organisasi dunia usaha, asosiasi dan himpunan, para pelaku usaha, serta pemerintah daerah.
Deni menilai Kadin memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi dunia usaha dengan pemerintah, terutama dalam mendorong terciptanya iklim ekonomi yang mendukung pertumbuhan pelaku usaha.
Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Sukabumi untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Mukota V.
“Kami sebagai penyelenggara mengajak seluruh pelaku usaha yang ada di Kota Sukabumi untuk bersama-sama menyukseskan Mukota V Kadin Kota Sukabumi dan menjadikan Kadin sebagai organisasi mitra strategis pemerintah di bidang perekonomian,” tuturnya.
Peran tersebut, lanjut Deni, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri.
Dengan seluruh tahapan administratif yang telah dilalui, Mukota V Kadin Kota Sukabumi kini memasuki tahap akhir persiapan.
Pelaksanaan Mukota pada 12 Oktober mendatang diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan arah kebijakan organisasi yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha serta memperkuat kontribusi Kadin terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi.

