SUKABUMI – Prakiraan cuaca di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (22/10/2026) menunjukkan potensi hujan ringan. Masyarakat di sejumlah kecamatan diimbau untuk mengantisipasi perubahan cuaca saat beraktivitas di luar rumah.
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Kota Sukabumi diperkirakan berada pada kisaran 21–30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 46–97 persen.
Pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca di Kota Sukabumi terpantau mendung. Kondisi ini membuat masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum memulai aktivitas, terutama bagi warga yang hendak bepergian untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan lainnya.
Baca Juga : Resep Es Kopi Susu Pisang, Ide Minuman Segar Teman Nongkrong Bareng Bestie
Prakiraan Cuaca Kota Sukabumi di Wilayah Kecamatan
Potensi hujan ringan perlu diantisipasi oleh masyarakat di berbagai wilayah kecamatan di Kota Sukabumi.
Dengan suhu udara berkisar 21–30 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 97 persen, kondisi udara berpotensi terasa lembap, terutama pada pagi hari.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipasi apabila hujan turun sewaktu-waktu.
Pengendara sepeda motor maupun mobil juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalanan basah. Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain untuk menghindari risiko kecelakaan.
Warga Diimbau Pantau Perubahan Cuaca
Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga masyarakat disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca dari BMKG.
Informasi cuaca terkini penting diperhatikan, khususnya bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan sejak pagi hingga sore hari.
Dengan mengetahui perkembangan cuaca, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan perjalanan dan menyesuaikan aktivitas untuk mengantisipasi kemungkinan hujan.
Untuk memperoleh informasi yang lebih terperinci mengenai kondisi cuaca di setiap kecamatan, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BMKG.(SE)

