Kota Sukabumi

Usia 106 Tahun, RSUD R Syamsudin SH Dorong Konsep Rumah Sakit Ramah Lingkungan

×

Usia 106 Tahun, RSUD R Syamsudin SH Dorong Konsep Rumah Sakit Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
RS Bunut, RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, HUT ke-106 RS Bunut, Boenoet Fest 2026, rumah sakit ramah lingkungan, penghijauan, tanam pohon, 1000 pohon, lingkungan, pelayanan kesehatan, kesehatan Sukabumi, Global Green and Healthy Hospitals. (Foto: Istimewa)

SUKABUMI – Memasuki usia ke-106 tahun, RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi atau yang dikenal sebagai RS Bunut mulai memperkuat komitmen terhadap konsep rumah sakit yang ramah lingkungan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program penghijauan dengan target menanam 1.000 pohon hingga 2030.

Direktur Utama RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Yanyan Rusyandi, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari semangat Global Green and Healthy Hospitals yang mendorong fasilitas kesehatan agar tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Target kami menanam 1.000 pohon dari 2026 sampai 2030. Hari ini menjadi langkah awal yang ditandai dengan penanaman lima pohon oleh Pak Wali Kota. Selanjutnya, program ini akan dilanjutkan secara bertahap hingga target tersebut tercapai,” ujar Yanyan.

Baca Juga: Anggota DPRD Inggu Sudeni Soroti Dinkes dan RS Bunut Soal Anggaran Sosialisasi Kenaikan Tarif

Penanaman pohon akan dilakukan secara bertahap di area perimeter maupun sejumlah titik di lingkungan rumah sakit.

Jenis pohon yang dipilih adalah Tabebuya dengan tinggi sekitar tiga meter. Pemilihan tersebut dilakukan sesuai arahan Wali Kota Sukabumi.

Menurut Yanyan, penghijauan di lingkungan rumah sakit diharapkan tidak sekadar memperindah kawasan, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung.

“Program penghijauan ini diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih asri dan nyaman bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun pengunjung,” katanya.
Kurangi Plastik dan Styrofoam

Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Lantik Pejabat Eselon II, Direktur RS Bunut dan Perumda BPR

Komitmen terhadap lingkungan juga dilakukan melalui pengelolaan sampah.

RS Bunut berupaya mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam, sekaligus mengolah sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali.

“Langkah ini menjadi bagian dari perubahan kebiasaan dalam pengelolaan lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan,” jelas Yanyan.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-106 RSUD R. Syamsudin, S.H. yang dirangkaikan dengan Boenoet Fest 2026.

Selain program penghijauan, kegiatan tersebut juga melibatkan pegawai dari berbagai unit rumah sakit dalam sejumlah kegiatan kreatif.

Salah satunya peragaan busana bertema alam yang memanfaatkan material berbahan daun. Pesertanya berasal dari berbagai unit, mulai dari hemodialisis, kamar bersalin, rawat jalan, hingga tenaga perawat dan bidan.
Usia Lebih dari Satu Abad, RS Bunut Dituntut Terus Beradaptasi

Baca Juga: Korban Gempa Cianjur di RS Bunut Kembali Meninggal Dunia

Yanyan mengatakan keterlibatan berbagai unit tersebut penting untuk membangun rasa memiliki terhadap rumah sakit.

Menurutnya, peringatan hari jadi tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi dan mendorong seluruh pegawai berkontribusi terhadap kemajuan rumah sakit.

Memasuki usia lebih dari satu abad, RSUD R. Syamsudin, S.H. juga menghadapi tantangan perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Karena itu, sejarah panjang RS Bunut dinilai harus menjadi pijakan untuk mempertahankan kualitas pelayanan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Rumah sakit ini memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kesehatan di Sukabumi. Karena itu, saya berharap seluruh jajaran dapat mempertahankan kualitas dan terus menjadikan Bunut sebagai rumah sakit yang terbaik dalam memberikan pelayanan di tengah kemajuan zaman,” ungkapnya.