SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berpotensi membawa sebaran abu vulkanik hingga wilayah Kabupaten Sukabumi.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, meminta masyarakat tidak panik, namun tetap melakukan langkah perlindungan diri, terutama dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Menurutnya, abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan apabila terhirup. Partikel abu juga berpotensi menyebabkan iritasi pada mata maupun kulit.
“Masyarakat kami imbau tetap tenang dan waspada. Jika terdapat sebaran abu vulkanik, gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama masker yang dapat menyaring partikel dengan baik,” ujar Daeng.
Ia menjelaskan, paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan seperti batuk, tenggorokan terasa gatal, sesak dada hingga memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga disarankan melindungi mata dengan kacamata ketika berada di luar ruangan. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
“Selain saluran pernapasan, mata juga perlu dilindungi karena abu vulkanik dapat menyebabkan mata perih, berair dan kemerahan. Warga juga diharapkan membatasi aktivitas di luar ruangan jika kondisi sebaran abu cukup terasa,” katanya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk menutup pintu dan jendela rumah agar abu tidak mudah masuk ke dalam ruangan.
Sumber air bersih seperti tandon atau tempat penampungan air perlu ditutup rapat untuk mencegah kontaminasi abu vulkanik.
Masyarakat juga diminta mencuci bersih sayuran, buah-buahan dan bahan makanan yang berasal dari luar ruangan sebelum dikonsumsi.
Daeng menekankan pentingnya masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak masyarakat terus memantau informasi resmi dari BPBD Kabupaten Sukabumi maupun PVMBG. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi akan terus memantau perkembangan kondisi dan potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap wilayah Kabupaten Sukabumi.

