SUKABUMI – Setelah sempat ambruk dan memaksa warga menyeberangi Sungai Cimandiri menggunakan perahu karet, Jembatan Leuwidinding kini mulai dibangun kembali. Pembangunan jembatan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Kecamatan Jampangtengah dan Gunungguruh.
Pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang dilakukan Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Direktur PT CMNP Tbk M. Jusuf Hamka, serta CT Arsa Foundation, Minggu, 6 September 2026.
Jembatan yang sebelumnya menjadi akses penting masyarakat itu akan dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi, TNI AL, PT CMNP Tbk dan CT Arsa Foundation.
Baca Juga: JNE Sukabumi Dorong Gaya Hidup Aktif, Turunkan Ksatria di Turnamen Tenis Meja PWI Cup II
Rencananya, jembatan akan memiliki panjang sekitar 89 meter dengan lebar 1,5 meter.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah, TNI dan pihak swasta dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi membangun kembali sarana penghubung antarwilayah yang sangat penting bagi mobilitas masyarakat, baik untuk pendidikan, kesehatan, sosial maupun perekonomian,” ujarnya.
Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding menjadi bukti semangat kolaborasi dan sinergi yang positif untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Baca Juga: PWI Cup II Bukan Sekadar Adu Juara, 500 Peserta Ikut Gerakkan Ekonomi Kota Sukabumi
Sebelumnya, ambruknya jembatan tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Untuk tetap beraktivitas, warga bahkan harus menggunakan perahu karet untuk menyeberangi Sungai Cimandiri.
Sementara itu, Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin menyebut Jembatan Leuwidinding sebagai salah satu urat nadi kehidupan masyarakat yang harus segera dikoneksikan kembali.
“Pembangunan kembali jembatan ini menjadi jawaban nyata untuk menghubungkan kembali akses masyarakat menuju pendidikan, ekonomi dan berbagai kebutuhan lainnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Cegah Karhutla, Polsek Kadudampit Gencarkan Edukasi dan Pasang Spanduk di Situ Gunung
Ia menegaskan, pembangunan jembatan harus memenuhi standar teknis dan keamanan agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Selain groundbreaking pembangunan jembatan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti sosial dan bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Pembangunan Jembatan Leuwidinding menjadi harapan baru bagi warga. Bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka kembali akses kehidupan, pendidikan, pelayanan kesehatan dan roda perekonomian masyarakat.

