SUKABUMI – Anggota DPR RI Zainul Munasichin memberikan peringatan keras kepada mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sukabumi agar tidak bermain-main dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Zainul menyusul munculnya berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Sukabumi. Sejumlah laporan menyebutkan adanya persoalan mulai dari penyajian makanan hingga kualitas bahan baku yang digunakan.
Menurut Zainul, berbagai laporan tersebut telah mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN). Bahkan, pihak BGN disebut sudah turun langsung melakukan peninjauan ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.
Baca Juga: Alumni SMK Pasundan Sukabumi Angkatan 2000 Berbagi Takjil dan Santuni Anak Yatim di Pamuruyan
“Banyak keluhan yang kami terima, mulai dari penyajian hingga kualitas bahan baku. Semua laporan itu sudah ditindaklanjuti oleh BGN yang telah turun langsung ke lapangan,” ujarnya.
Zainul menegaskan, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh SPPG agar tidak mengurangi kualitas menu maupun memainkan bahan baku yang digunakan dalam program tersebut.
Ia juga menyinggung adanya dugaan praktik mark up bahan baku di salah satu lokasi yang kini tengah menjadi sorotan publik.
“Yang sedang viral di wilayah Lembur Situ terkait dugaan mark up bahan baku, kami sudah mengetahui hal tersebut dan nantinya akan kami sampaikan juga di parlemen,” tegasnya.
Baca Juga: Alumni SMK Pasundan Sukabumi Angkatan 2000 Berbagi Takjil dan Santuni Anak Yatim di Pamuruyan
Zainul pun memberikan peringatan keras kepada seluruh mitra pelaksana program agar tidak melakukan penyimpangan. Ia mengingatkan bahwa para mitra sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah melalui BGN, termasuk penggantian biaya operasional yang nilainya tidak sedikit.
“Saya warning kepada para mitra, jangan sampai main-main. Pemerintah sudah memberikan dukungan melalui BGN, bahkan ada penggantian biaya operasional yang nilainya tidak kecil,” katanya.
Lebih lanjut, Zainul menegaskan bahwa program MBG merupakan program penting untuk pemenuhan gizi anak-anak Indonesia. Karena itu, seluruh pelaksana di lapangan harus menjalankan program sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
“Jangan sampai ada yang melakukan intervensi terhadap bahan baku atau mengurangi kualitas makanan. Ini adalah hak anak-anak bangsa, jadi harus dijalankan sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya.


