Berita Utama

Angin Kencang Terjang Kota Sukabumi, BPBD Catat 23 Kejadian Bencana dalam Sehari

×

Angin Kencang Terjang Kota Sukabumi, BPBD Catat 23 Kejadian Bencana dalam Sehari

Sebarkan artikel ini
BPBD Kota Sukabumi saat melakukan evakuasi pohon tumbang akibat angin kencang di Kecamatan Warudoyong.

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat puluhan kejadian bencana akibat cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Kota Sukabumi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kejadian tersebut tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan dominasi pohon tumbang dan kerusakan atap rumah warga.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam pukul 19.38 WIB, BPBD telah menerima laporan sedikitnya 23 kejadian bencana, terdiri dari 11 kejadian pohon tumbang dan 12 kejadian kerusakan bangunan atau atap rumah.

“Berdasarkan laporan sementara Pusdalops-PB BPBD Kota Sukabumi, total kejadian bencana akibat angin kencang hari ini mencapai lebih dari dua puluh titik. Sebagian besar sudah dilakukan assessment, namun masih ada beberapa lokasi yang masih dalam proses pendataan,” ujar Yoseph.

Dari total laporan tersebut, 16 kejadian telah dilakukan assessment langsung di lapangan, meliputi pohon tumbang yang menutup akses jalan, menimpa rumah warga, fasilitas umum, hingga kabel utilitas. Selain itu, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan mulai dari atap terbawa angin, dinding roboh, hingga bangunan penunjang seperti MCK yang ambruk.

Sementara itu, 7 laporan kejadian lainnya masih belum di-assessment, yang mayoritas berupa atap rumah terbawa angin dan pohon tumbang di wilayah Kecamatan Lembursitu, Warudoyong, dan Cibeureum. BPBD memastikan proses assessment lanjutan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi cuaca dan prioritas penanganan.

Yoseph menegaskan, meski kerusakan cukup signifikan, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa ini. Namun, satu kejadian pohon tumbang dilaporkan sempat menimpa pengendara sepeda motor dan beberapa kejadian lainnya mengganggu akses jalan warga.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Fokus kami saat ini adalah penanganan darurat, pembersihan material, serta memastikan keselamatan warga di lokasi terdampak,” tegasnya.

BPBD Kota Sukabumi bersama unsur TNI, Polri, aparat wilayah, relawan kebencanaan, dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pengecekan lokasi, penanganan sementara, hingga koordinasi lintas sektor.

Kalak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar dan segera melaporkan kejadian darurat ke BPBD apabila terjadi bencana susulan.

“Laporan ini masih bersifat sementara dan akan terus kami perbarui apabila terdapat penambahan kejadian bencana,” pungkas Yoseph.