SUKABUMI – Upaya menekan angka penyakit tidak menular (PTM) terus digencarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) 2026 yang digelar di GOR Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut mengusung pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan melibatkan pelajar, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum. Antusiasme warga terlihat tinggi mengikuti rangkaian kampanye yang diisi edukasi kesehatan, olahraga bersama, serta ajakan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Bidang Upaya Pelayanan Kesehatan (UPK) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Cucu Sumintardi, mengatakan kampanye Germas menjadi langkah penting untuk menekan tingginya kasus PTM di Kabupaten Sukabumi.
“Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung masih menjadi penyumbang angka kesakitan cukup tinggi. Karena itu, masyarakat perlu dibiasakan menjalani pola hidup sehat secara konsisten,” ujarnya.
Baca Juga: Hari Nelayan Palabuhanratu Tetap Jadi Ikon Budaya, Dispar Sukabumi Targetkan Masuk KEN
Menurut Cucu, pola hidup sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti rutin berolahraga, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
Ia menegaskan, keberhasilan Germas tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Dinkes menggandeng sekolah, puskesmas, dan berbagai elemen masyarakat agar pesan hidup sehat dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Harapannya, masyarakat benar-benar menjadikan hidup sehat sebagai budaya sehari-hari,” katanya.
Baca Juga: Program Unggulan Ayep-Bobby Dana Abadi Rp10 Juta per RT Berisiko jadi Temuan BPK
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jampangkulon, Yogi, menyebut tantangan terbesar dalam menerapkan pola hidup sehat adalah menjaga konsistensi masyarakat.
“Sebagian warga sebenarnya sudah mulai olahraga dan menjaga pola makan, tetapi belum rutin. Padahal yang paling penting adalah menjadikannya kebiasaan,” ungkap Yogi.
Ia berharap kampanye Germas mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
“Mulailah hidup sehat dari diri sendiri. Kalau dilakukan bersama-sama dan terus menerus, dampaknya akan sangat besar bagi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

