SUKABUMI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi merilis hasil pemantauan rata-rata harga bahan kebutuhan pokok di 12 pasar tradisional per 3 Agustus 2026. Secara umum, harga sejumlah komoditas masih relatif stabil, meski beberapa bahan pangan mengalami kenaikan maupun penurunan.
Berdasarkan data tersebut, harga beras medium berada di angka Rp13.533 per kilogram, sementara beras premium Rp14.391 per kilogram. Gula pasir tercatat Rp18.050 per kilogram, sedangkan Minyakita dijual dengan harga rata-rata Rp23.056 per liter. Untuk minyak goreng curah, harga rata-rata mencapai Rp21.000 per kilogram.
Baca Juga: Berawal dari Dugaan Pencurian Alat Bengkel, Enam Orang Jadi Tersangka Pengeroyokan Maut di Sukaraja
Pada komoditas protein hewani, harga daging sapi paha belakang berada di kisaran Rp146.667 per kilogram, daging ayam broiler Rp38.750 per kilogram, dan telur ayam broiler Rp27.333 per kilogram.
Di sektor perikanan, harga ikan kembung tercatat Rp48.889 per kilogram, ikan tongkol Rp42.500 per kilogram, dan ikan mas Rp32.917 per kilogram.
Sementara itu, komoditas bumbu dapur menunjukkan variasi harga. Cabai rawit merah berada di angka Rp49.000 per kilogram, cabai merah besar Rp46.167 per kilogram, bawang merah Rp34.583 per kilogram, dan bawang putih honan Rp36.000 per kilogram. Tepung terigu dijual Rp14.100 per kilogram, kentang Rp16.917 per kilogram, serta mi instan Rp3.000 per bungkus.
Baca Juga: Pemerintah Tata Ekspor LTJ, Fokus pada Produk Utama
Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas mengalami perubahan harga. Bawang merah mengalami kenaikan paling menonjol dibandingkan pemantauan sebelumnya. Daging ayam broiler dan minyak goreng curah juga mengalami kenaikan tipis. Sebaliknya, harga telur ayam broiler, gula pasir, beras medium, beras premium, ikan tongkol, ikan mas, dan bawang putih mengalami penurunan, sedangkan sejumlah komoditas lainnya masih stabil.
Pemantauan harga dilakukan di 12 pasar tradisional, yakni Pasar Cibadak, Cisaat, Parungkuda, Cicurug, Sukaraja, Palabuhanratu, Surade, Sagaranten, Warungkiara, Jampangtengah, Jampangkulon, dan Jubleg. Data tersebut menjadi acuan pemerintah daerah dalam memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sukabumi.

