SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi mendorong pendidikan nonformal tidak berhenti pada pencapaian ijazah. Lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), khususnya peserta Paket B dan Paket C, diharapkan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat pelepasan kontingen PKBM Kota Sukabumi untuk mengikuti Gema Tunas V Tingkat Jawa Barat di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (17/9/2026).
Ayep mengatakan penyelesaian pendidikan Paket C harus menjadi pintu menuju tahapan berikutnya, bukan menjadi akhir perjalanan pendidikan peserta didik.
“Lulus dari Paket C tidak boleh berhenti. Kita dorong bagaimana setelah lulus Paket C ini bisa langsung bekerja,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, pendidikan dan keterampilan perlu berjalan beriringan. Karena itu, Pemkot Sukabumi akan mendorong peserta didik PKBM mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Pemkot, kata Ayep, akan berkoordinasi dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) serta Dinas Ketenagakerjaan untuk membuka akses pelatihan bagi para lulusan maupun peserta PKBM.
“Bagaimana setelah lulus mereka mempunyai keterampilan. Kita dorong melalui LPK dan berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan bagi lulusan PKBM. Mereka tidak hanya memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tetapi juga mempunyai kemampuan yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan atau mengembangkan kemandirian ekonomi.
Di sisi lain, Pemkot Sukabumi juga melihat kegiatan kepramukaan sebagai salah satu sarana untuk memperkuat karakter peserta didik PKBM.
Kontingen Kota Sukabumi akan mengikuti Gema Tunas V Tingkat Jawa Barat yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman di luar lingkungan pembelajaran formal sekaligus mengasah kedisiplinan, kemandirian, kerja sama dan kemampuan beradaptasi.
Ayep meminta para peserta menerapkan nilai-nilai kepramukaan tidak hanya selama kegiatan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai Pramuka itu harus diterapkan dalam kehidupan. Ada kebersamaan, saling membantu, disiplin dan semangat mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menilai PKBM dan Gerakan Pramuka memiliki ruang kolaborasi yang cukup luas dalam mendukung perkembangan generasi muda.
Menurut Ranty, PKBM memiliki kedekatan dengan masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan nonformal. Sementara Gerakan Pramuka dapat memperkuat aspek karakter, kedisiplinan, integritas dan kebersamaan.
Karena itu, keduanya dinilai dapat dikembangkan melalui program bersama yang tidak hanya berlangsung dalam satu kegiatan, tetapi dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
Ranty juga meminta peserta menjaga kesehatan dan mematuhi ketentuan selama mengikuti Gema Tunas V. Mereka diingatkan untuk menghormati peserta maupun pembina dari daerah lain.
“Jaga nama baik keluarga, PKBM, masyarakat dan Kota Sukabumi,” pesan Ranty kepada para peserta.
Gema Tunas V Tingkat Jawa Barat menjadi bagian dari upaya pengembangan peserta PKBM melalui kegiatan kepramukaan di bawah naungan FK-PKBM.
Selain pengalaman berkegiatan, peserta mendapatkan ruang untuk mengembangkan aspek fisik dan mental, kemandirian, kedisiplinan serta integritas.
Ayep menegaskan, pembangunan kualitas generasi muda tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. PKBM, Gerakan Pramuka, lembaga pelatihan kerja, keluarga dan masyarakat perlu mengambil peran masing-masing.
“Kalau ini hanya dikerjakan oleh saya seorang, tidak mungkin. Maka kita harus bersama-sama,” tegas Ayep.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan nonformal yang tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga memberikan bekal karakter dan keterampilan sehingga peserta didik memiliki kesiapan menghadapi pendidikan lanjutan, dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

