SUKABUMI — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi diisi dengan aksi yang menyentuh langsung persoalan lingkungan. Puluhan relawan bersama petugas pemerintah dan warga turun ke Sungai Ciraden, kawasan Kompleks Alun-alun Cisaat, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI mengajak masyarakat tidak hanya peduli terhadap persoalan kemanusiaan, tetapi juga terhadap kondisi lingkungan yang berada di sekitar tempat tinggal.
Dalam aksi tersebut, kondisi sungai yang tengah mengalami penyusutan debit air memudahkan para peserta menemukan dan mengangkat sampah yang berada di aliran sungai. Sedikitnya 15 karung sampah berhasil dikumpulkan.
Aksi itu melibatkan 15 personel Korps Sukarelawan (KSR) PMI Kabupaten Sukabumi, tiga petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sekitar 10 warga yang berada di sekitar lokasi.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, Hondo Suwito, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara PMI, pemerintah dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita berkolaborasi bersama dinas terkait dan masyarakat untuk bersihkan Sungai Ciraden sebagai bagian dari sosialisasi terhadap cinta lingkungan,” ujar Hondo.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan upaya kemanusiaan. Lingkungan yang tidak terawat dapat memicu berbagai persoalan, termasuk meningkatkan risiko ketika terjadi bencana.
Karena itu, momentum HUT PMI tahun ini juga dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif melakukan langkah-langkah sederhana dalam menjaga lingkungan, termasuk membersihkan saluran air, sungai dan menanam pohon.
Tak hanya bergerak di bidang lingkungan, PMI Kabupaten Sukabumi juga terus menjalankan kegiatan kemanusiaan di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Hondo menyebut distribusi air bersih telah dilakukan ke masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
“Sudah sekitar 13 kecamatan kita terus melakukan suplai air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih,” katanya.
Selain bantuan air bersih, PMI juga tetap menjalankan kegiatan donor darah. Ketersediaan darah menjadi salah satu perhatian karena dibutuhkan oleh pasien di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk penderita thalasemia.
“Kita juga terus melakukan pelaksanaan donor darah,” tambah Hondo.
Hondo menilai persoalan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun organisasi tertentu. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperbanyak penghijauan.
Menurut Hondo, lingkungan yang terjaga juga menjadi salah satu bagian dari mitigasi bencana. Kesadaran masyarakat sejak sebelum bencana terjadi dinilai penting untuk mengurangi dampak yang mungkin muncul.
Peringatan HUT ke-81 PMI Kabupaten Sukabumi tahun ini mengusung semangat “Peduli Bergerak Bersama”. Semangat tersebut diterjemahkan melalui keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan kemanusiaan dan lingkungan.
“Semoga masyarakat juga ikut sadar terhadap lingkungan sekitar dan mau peduli untuk bergerak bersama PMI,” pungkasnya.

