Berita Utama

Jual Motor Demi Warga, Aksi Polisi Misterius di Kota Sukabumi Bangun Rumah Tak Layak Huni

×

Jual Motor Demi Warga, Aksi Polisi Misterius di Kota Sukabumi Bangun Rumah Tak Layak Huni

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Sebuah aksi kemanusiaan mengundang haru warga Kampung Bunisari, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Seorang anggota Polres Sukabumi Kota berpangkat Aiptu diam-diam membangun rumah tidak layak huni milik pasangan Sobari (55) dan Yuli (48) hingga berdiri kokoh dan layak ditempati.

Tanpa publikasi, tanpa seremoni, pembangunan rumah tersebut dilakukan secara bertahap menggunakan dana pribadi. Bahkan demi memulai renovasi, sang polisi rela menjual sepeda motor kesayangannya seharga Rp5 juta.

Kisah ini bermula ketika ia berteduh dari hujan deras di rumah pasangan tersebut. Kondisi bangunan yang nyaris roboh, dinding rapuh, serta atap bocor membuatnya tergerak. Percakapan singkat saat itu membuka fakta bahwa keluarga tersebut hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Saya tidak tenang setelah melihat kondisi rumahnya. Saya sampaikan ke istri dan alhamdulillah didukung. Dari situ saya niatkan untuk membantu sampai rumahnya layak,” ujar Aiptu tersebut yang memilih merahasiakan identitasnya.

Proses pembangunan tidak berlangsung cepat. Dengan menyisihkan penghasilan secara perlahan, rumah itu dibangun tahap demi tahap. Meski tidak bisa mendapatkan bantuan pemerintah karena berdiri di atas lahan milik PTPN, tekadnya tak surut.

Kini, rumah sederhana itu telah berubah menjadi bangunan permanen dengan dinding kokoh, atap yang tidak lagi bocor, dan lantai yang aman. Bagi Sobari yang bekerja sebagai sopir angkot, perubahan tersebut terasa seperti mimpi.

“Saya tidak pernah membayangkan punya rumah seperti ini. Kalau bukan karena beliau, mungkin sampai kapan pun tidak akan terwujud,” ucapnya haru.

Hal serupa disampaikan Yuli. Ia mengaku hanya mampu membalas dengan doa atas kebaikan yang diterima keluarganya.

Aksi sunyi ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas dan seragam, masih ada anggota kepolisian yang menempatkan kemanusiaan di atas segalanya—hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penolong di saat warga membutuhkan.