SUKABUMI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk mengawal penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani, mengatakan pihaknya akan memastikan hasil perencanaan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk program-program yang dijalankan oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“PWI Kota Sukabumi siap mengawal agar RKPD 2027 tepat sasaran, serta program di SKPD dapat berjalan sesuai dengan hasil Musrenbang,” tegas Ikbal, usai menghadiri Musrenbang, Rabu (8/4/2026).
Selain pengawalan program pembangunan, PWI juga mendorong penguatan diseminasi informasi kepada publik. Hal ini mencakup peningkatan literasi masyarakat, penguatan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi, serta optimalisasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Dalam konteks transformasi digital, Ikbal menilai Pemerintah Kota Sukabumi perlu menghadirkan program yang lebih konkret untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.
“Kolaborasi antara Pemkot dan PWI sangat penting, terutama dalam edukasi pencegahan hoaks menjelang dinamika politik dan sosial di tahun 2027,” ujarnya.
Ia berharap, upaya tersebut mampu menciptakan masyarakat yang lebih kritis dalam menyaring informasi, sehingga kondusivitas daerah tetap terjaga.
Lebih lanjut, Ikbal menekankan pentingnya transparansi akses informasi di lingkungan pemerintah daerah.
“RKPD 2027 harus menjamin akses informasi yang lebih transparan di setiap SKPD,” katanya.
Ia juga mendorong digitalisasi data pembangunan yang bersifat real-time dan dapat diakses oleh media maupun masyarakat luas. Selain itu, fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap dinas perlu direvitalisasi agar lebih responsif terhadap permohonan informasi publik.
Di sisi lain, PWI turut menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor ekonomi kreatif.
“Sukabumi memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif. Kami mendorong pemerintah untuk membangun ekosistem yang mendukung para pembuat konten dan jurnalis warga yang beretika,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Ikbal juga mengusulkan pembangunan atau optimalisasi Media Center yang representatif. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi, pelatihan jurnalistik, sekaligus pusat informasi pembangunan daerah.
“Pemkot juga diharapkan dapat memfasilitasi program beasiswa atau pelatihan sertifikasi kompetensi bagi pemuda yang berminat di bidang komunikasi dan media,” pungkasnya

