SUKABUMI – Komitmen dunia industri dalam memperkuat sektor pariwisata daerah kembali ditunjukkan oleh SCG melalui dukungannya terhadap pembangunan Desa Wisata Karangpara di Kabupaten Sukabumi. Melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, SCG mengambil peran aktif dalam mendorong kawasan tersebut menjadi destinasi wisata mandiri berbasis alam dan budaya.
Dukungan ini menjadi bagian dari program SCG GESARI (Gerakan Desa Berdikari), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa serta pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan. Program tersebut tidak hanya menyasar pengembangan destinasi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan wisata.
President Director PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Anawat Pornpunyapat, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan peran dalam pembinaan pengelola wisata.
Baca Juga: Laporan BMKG, Begini Prakiraan Cuaca Wilayah Sukabumi
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan peran aktif dalam pembinaan kelompok pengelola wisata dari berbagai aspek, mulai dari penguatan organisasi, pengembangan model bisnis, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran wisata,” ujarnya dalam keterangan yang diterima sukabumiku.id, Jumat (29/05/2026).
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat agar dapat mengelola potensi wisata secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan.
Pengembangan Desa Wisata Karangpara sendiri telah dirancang dalam rencana jangka panjang hingga tahun 2030. Pada tahap awal atau reaktivasi di tahun 2026, fokus diarahkan pada penguatan identitas wisata berbasis panorama alam, penyusunan paket wisata, peningkatan aksesibilitas, serta pelatihan masyarakat dan pengembangan UMKM.
Baca Juga: Nikmati Sarapan Bubur Sambil Menikmati Panorama Pantai di Warung Teh Irna Cibuaya
Selanjutnya, pada tahap penguatan tahun 2027 hingga 2028, akan dilakukan diversifikasi produk wisata, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta penyelenggaraan berbagai event untuk menarik kunjungan wisatawan. Sementara pada tahap konsolidasi tahun 2029 hingga 2030, pengembangan diarahkan pada perluasan jejaring kerja sama dan penguatan ekosistem wisata secara berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret di tahun ini, SCG akan mendukung pembangunan area piknik dan pengembangan Taman Bunisora di kawasan Karangpara. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjadi ruang publik yang mengandung nilai edukasi dan budaya lokal.
Di sisi lain, Bupati Sukabumi Asep Japar menilai Karangpara sebagai salah satu kawasan unggulan daerah yang memiliki keunikan geologi serta nilai penting dalam aspek edukasi dan konservasi.
Baca Juga: Momentum Idul Adha, Hergun Berbagi Kurban untuk Wartawan Sukabumi
“Karangpara merupakan kawasan wisata alam unggulan yang memiliki keunikan bentang alam geologi yang sangat menarik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan kawasan harus dilakukan secara bijak. “Pengembangannya harus memperhatikan prinsip pelestarian lingkungan dan berkelanjutan,” katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan desa wisata tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang diberikan dalam peluncuran dan pengembangan Karangpara.
Tidak hanya fokus pada pengembangan destinasi, SCG juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap UMKM. Dalam kegiatan peluncuran, sejumlah pelaku usaha binaan ditampilkan sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular.
Baca Juga: Libur Idul Adha, Pantai Cibuaya Masih Sepi Pengunjung
Beberapa di antaranya menghadirkan produk inovatif berbahan daur ulang, seperti furnitur dari limbah, tas dari kemasan bekas, hingga lilin aromaterapi yang diolah dari minyak jelantah. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan gaya hidup berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara SCG, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa Wisata Karangpara diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik secara wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.

