Ekbis

Konsumsi Minyak Indonesia Masuk 15 Besar Dunia

×

Konsumsi Minyak Indonesia Masuk 15 Besar Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi energi minyak. (Foto: Magnific/Rawpixel)

JAKARTA – Ketergantungan terhadap minyak bumi masih menjadi tantangan besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah upaya transisi energi, konsumsi minyak global tercatat tetap tinggi dan didominasi negara-negara dengan aktivitas industri besar.

Dikutip dari Sindo, data terbaru menunjukkan Indonesia berada di posisi ke-13 sebagai negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia. Angka ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam hal kebutuhan energi berbasis fosil.

Secara global, Amerika Serikat masih menempati peringkat pertama dengan konsumsi harian mencapai lebih dari 20 juta barel. Posisi berikutnya ditempati China dan India yang memiliki populasi besar serta pertumbuhan industri pesat.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Pos Ronda di Surade Hanyut Keseret Banjir

Sementara itu, Indonesia mencatat konsumsi sekitar 1,6 juta barel per hari atau sekitar 1,59 persen dari total konsumsi dunia.

Tingginya konsumsi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan energi nasional masih sangat bergantung pada minyak bumi, terutama untuk sektor transportasi dan industri.

Dalam laporan yang dikutip dari lembaga internasional, disebutkan bahwa minyak masih menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi global. Bahkan disebutkan bahwa “minyak tetap memainkan peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi global, mulai dari manufaktur hingga transportasi.”

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, mengingat produksi minyak dalam negeri belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, ketergantungan terhadap impor energi masih sulit dihindari.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Simpenan Sukabumi, Jalan Loji-Geopark Tergenang

Di sisi lain, tren global mulai mengarah pada pengembangan energi terbarukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, transisi tersebut membutuhkan waktu serta investasi besar.

Dengan posisi sebagai salah satu konsumen minyak terbesar dunia, Indonesia dituntut untuk mempercepat diversifikasi energi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar agar ketahanan energi nasional tetap terjaga.