Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Mangga Busuk Masuk Paket MBG di Sukabumi, Pemilik Dapur di Cikidang Minta Maaf

×

Mangga Busuk Masuk Paket MBG di Sukabumi, Pemilik Dapur di Cikidang Minta Maaf

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan isi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi buah mangga busuk viral di media sosial. Paket yang didistribusikan untuk program gizi anak sekolah dasar di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, itu menuai protes dari orang tua murid.

Dalam video yang diperoleh redaksi pada Jumat (21/11/2025) tersebut, seorang pria—diduga orang tua siswa—memperlihatkan isi paket yang berisi bolu, susu, dan sebuah mangga yang sudah membusuk. Dengan nada kesal, suara pria itu terdengar mengeluhkan isi paket MBG.

“Manggah buruk rek naon didedeut-dedeutnya (mangga busuk buat apa dimasukin),” kata pria itu mempertanyakan alasan buah yang sudah tidak layak konsumsi itu masih dimasukkan ke dalam paket.

Baca Juga: Kota Sukabumi jadi Tuan Rumah Meriahnya Puncak HKN ke-61 PPNI Jabar

Informasi yang diperoleh redaksi, menu tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikidang-Cikiray. Kepala SPPG , Muhammad Fadil, memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Ia membenarkan bahwa paket bermasalah tersebut berasal dari unitnya. “Mohon maaf sebelumnya dari tim kami mungkin efek kelalahan karena dari dapur kami yang kita sajikan total nya 3105 porsi,” ujarnya kepada awak media melalui pesan singkat, Sabtu (22/11/2025).

Fadil menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan, hanya ada satu paket berisi buah busuk yang terkirim ke SDN Tipar.

Baca Juga: Memukau! Satu Dekade Classic Biker Palabuhanratu Pamerkan Motor Tua hingga Chopper Custom

Ia menegaskan kesediaannya untuk segera mengganti paket yang rusak dengan yang baru. Fadil mengatakan kasus ini menjadi pelajar agar kedepannya tidak terulang.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi penyelenggara program bantuan gizi untuk lebih cermat dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan yang didistribusikan kepada anak-anak sekolah, mengingat pentingnya asupan bergizi untuk mendukung proses belajar mereka.

“Untuk ke depan-nya kami bakal lebih hati-hati lagi mohon maaf sebelum nya,”tambahnya.