EkbisPolitik

Minyakita Makin Mahal, Zulhas Dinilai Gagal Kendalikan Harga Pangan

×

Minyakita Makin Mahal, Zulhas Dinilai Gagal Kendalikan Harga Pangan

Sebarkan artikel ini
Menteri Perdagangan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kiri) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) menunjukkan minyak goreng Minyakita sebelum di kirim ke Indonesia bagian timur di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

JAKARTA— Kenaikan harga Minyakita yang kerap melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter menuai sorotan tajam. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengendalian pangan nasional oleh pemerintah.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai situasi ini dapat dianggap publik sebagai kegagalan kinerja Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Kondisi ini akan dinilai oleh publik sebagai kegagalan Zulhas sebagai Menko Pangan,” ujar Efriza kepada wartawan, Minggu (10/5/2026).

BACA JUGA: KTT ASEAN ke-48 Soroti Ketahanan Energi di Tengah Konflik Timur Tengah

Menurutnya, lonjakan harga minyak goreng subsidi bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menunjukkan lemahnya perencanaan pemerintah dalam menghadapi tekanan kebutuhan pokok masyarakat.

Ia menilai persoalan tersebut turut menyeret kinerja Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang dianggap belum mampu mengendalikan distribusi dan stabilisasi harga di lapangan.

“Kenaikan harga Minyakita bukan hanya sinyal ekonomi yang sedang berat, tetapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan distribusi dan stabilisasi harga,” katanya.

Efriza juga menyoroti adanya dugaan persoalan dalam rantai distribusi hingga kemungkinan permainan spekulan yang membuat harga di pasaran sulit dikendalikan.

BACA JUGA: Wapres Gibran Pantau Langsung Sekolah Rakyat, Dorong Siswa Tetap Semangat Belajar

Menurut lulusan Magister Ilmu Politik Universitas Nasional tersebut, kondisi ini memperlihatkan bahwa tata kelola pangan dan energi domestik masih menghadapi tantangan serius.

“Maka ketika harga Minyakita yang seharusnya dikendalikan pemerintah justru melampaui HET bahkan sebelum ada rencana kenaikan resmi, itu menunjukkan adanya persoalan pengawasan pasar dan distribusi,” ujarnya.

Hingga kini, kenaikan harga Minyakita masih menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga di tengah tekanan ekonomi dan harga kebutuhan pokok lainnya yang ikut meningkat.