SUKABUMI – Perkembangan industri kreatif di Kota Sukabumi terus menunjukkan tren positif. Di tengah semakin beragamnya ruang ekspresi bagi anak muda, sebuah gerakan kreatif bernama Ronakota kembali menghadirkan sajian musik dan gaya hidup yang kali ini menghadirkan nama yang tengah menjadi sorotan di dunia musik elektronik Indonesia, Namoy Budaya.
Melalui gelaran Ronakota Showcase (Fazed), Namoy Budaya dijadwalkan tampil di Cafe Vanmila Sukabumi pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kehadiran selector dan producer asal Indonesia tersebut menjadi salah satu kejutan yang disiapkan penyelenggara untuk para penikmat musik elektronik di Sukabumi dan sekitarnya.
Perwakilan Ronakota, Agi, mengatakan bahwa Ronakota lahir dengan semangat “From the Sidelines to the Spotlight”, sebuah gagasan yang ingin memberikan ruang bagi karya, komunitas, dan pelaku kreatif yang selama ini berada di luar arus utama agar dapat memperoleh panggung yang sama.
“Ronakota hadir sebagai media gaya hidup anak muda Sukabumi. Kami ingin menjadi ruang pertemuan bagi berbagai ekspresi kreatif melalui format acara yang lebih intim dan dekat dengan audiens,” ujar Agi.

Menurutnya, setelah sebelumnya menghadirkan sejumlah musisi independen seperti Starducc dari Bogor, Derai dari Sukabumi, serta Daily Breeze dari Cipanas, Ronakota kini mencoba memberikan pengalaman berbeda melalui program Fazed yang berfokus pada musik elektronik.
Selain Namoy Budaya, acara tersebut juga akan diramaikan oleh sejumlah selector dan kolektif musik dari berbagai daerah, di antaranya Killjane x Roy Macan dari Jakarta, Bonorgasm dari Jampang, serta kolektif DJ Strawtrack asal Sukabumi.
Agi menjelaskan, Fazed merupakan program musik elektronik yang diinisiasi bersama entitas kolektif bernama Gossipklub. Pada penyelenggaraan keduanya ini, Fazed ingin menunjukkan bahwa musik elektronik alternatif di Sukabumi masih terus hidup dan berkembang, baik dari sisi pelaku maupun pendengarnya.
“Kami ingin mengingatkan bahwa musik elektronik arus samping di Sukabumi masih bertahan. Bahkan sekarang mulai tumbuh dengan hadirnya pelaku-pelaku baru dan audiens yang semakin terbuka,” katanya.

Ronakota sendiri tidak hanya dimaknai sebagai warna kota semata. Menurut Agi, nama tersebut merepresentasikan berbagai nuansa, kesan, dan ekspresi yang muncul dari dinamika kehidupan masyarakat Sukabumi.
“Ronakota bukan sekadar warna, tetapi juga menggambarkan nuansa, kesan, hingga ekspresi yang terlihat dan terasa dari gejolak kreatif yang tumbuh di Kota Sukabumi,” ungkapnya.
Tiket Ronakota Showcase (Fazed) dibanderol Rp50 ribu dan dapat diperoleh melalui kontak WhatsApp yang disediakan panitia. Dengan hadirnya Namoy Budaya dan sejumlah talenta lainnya, acara ini diharapkan menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan skena musik elektronik dan industri kreatif di Sukabumi.

