JAKARTA – Pemerintah membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax, apabila harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan. Saat ini, pemerintah tengah mengkaji formulasi penyesuaian harga yang dinilai adil bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor migas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah akan membahas penyesuaian harga BBM bersama PT Pertamina dan sejumlah badan usaha lainnya.
“Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Baca Juga : Resep Banana Avocado Smoothies, Minuman Sehat Kaya Lemak Baik dan Praktis
Menurut Bahlil, pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak dunia yang bergerak fluktuatif. Penyesuaian harga BBM non-subsidi akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar global serta dampaknya terhadap masyarakat dan pelaku usaha.
“Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan,” jelasnya.
Selain membahas peluang penyesuaian harga BBM, Bahlil juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi sektor energi nasional usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan. Ia menyampaikan bahwa kualitas BBM di Indonesia telah berada di atas standar minimum yang berlaku serta pasokan minyak mentah dan BBM dipastikan aman hingga akhir tahun.
Baca Juga : Resep Mangut Ikan Pari Asap, Gurih Pedas dengan Kuah Santan
Di sisi lain, pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026.
“Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insyaallah tidak ada kenaikan sama sekali,” tegas Bahlil.
Pemerintah memastikan setiap kebijakan penyesuaian harga BBM akan mempertimbangkan kepentingan masyarakat sebagai konsumen sekaligus menjaga keberlangsungan industri migas nasional.(SE)

