SUKABUMI – Persiapan kontingen Kota Sukabumi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 tidak hanya berbicara mengenai kesiapan atlet di arena pertandingan. Persoalan anggaran menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pemerintah daerah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi.
Kontingen Kota Sukabumi dipersiapkan mengikuti pertandingan pada 38 cabang olahraga (cabor) dengan jumlah sekitar 478 atlet dan official. Untuk memenuhi seluruh kebutuhan kontingen, anggaran yang diperlukan diperkirakan mencapai Rp3 miliar hingga Rp4 miliar.
Namun, di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kota Sukabumi baru mampu menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar.
Kondisi tersebut membuat Pemkot Sukabumi bersama KONI membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dunia usaha dan para pengusaha di Kota Sukabumi.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, pembinaan atlet dan perjuangan membawa nama daerah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.
Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar para atlet dapat memperoleh dukungan yang memadai selama menjalani pertandingan.
“Sesungguhnya pembinaan atlet itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat Kota Sukabumi, termasuk dunia usaha di dalamnya,” ujar Bobby.
Ia menyebut, ratusan atlet dan official membutuhkan dukungan selama mengikuti rangkaian Porprov. Karena itu, Pemkot mendorong terbentuknya tim kontingen yang melibatkan berbagai unsur untuk memperkuat persiapan dan pemenuhan kebutuhan atlet.
Bobby mengungkapkan, tim tersebut akan melibatkan sejumlah unsur strategis, termasuk TNI, DPRD, kepolisian hingga perbankan.
“Kita sepakat membentuk satu tim kontingen yang diketuai oleh Pak Dandim, dengan wakil dari DPRD, serta melibatkan unsur kepolisian dan perbankan,” katanya.
Menurut Bobby, keterlibatan dunia usaha diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai upaya membantu menutup kekurangan anggaran. Dukungan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan olahraga dan pembinaan atlet di Kota Sukabumi.
Para pengusaha diharapkan dapat berkontribusi terhadap kebutuhan operasional, sarana pendukung maupun kebutuhan lain yang diperlukan atlet selama mengikuti Porprov.
“Harapannya, para pengusaha dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional, sarana, maupun kebutuhan atlet lainnya,” ucap Bobby.
Anggaran Terbatas Bukan Alasan
Bobby menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menyurutkan semangat kontingen Kota Sukabumi untuk mengejar prestasi.
Justru, kondisi tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Di sisi lain, Ketua KONI Kota Sukabumi Yoseph Mahdi Yuansyah menyambut baik langkah kolaborasi tersebut.
Yoseph menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi atlet untuk kehilangan motivasi dalam memberikan kemampuan terbaiknya di arena pertandingan.
“Loyalitas tanpa batas dan penuh integritas. Bekerja keras dengan ikhlas walaupun anggaran terbatas, tidak boleh jadi alasan untuk tidak gas,” tegas Yoseph.
KONI Kota Sukabumi mencatat, persiapan kontingen melibatkan sekitar 478 orang, terdiri dari atlet dan official yang akan berlaga pada 38 cabang olahraga.
Pada Porprov 2026, Kota Sukabumi memasang target sedikitnya 12 medali emas dan berharap dapat menembus posisi 15 besar klasemen.
Target tersebut dinilai membutuhkan dukungan tidak hanya dari atlet dan jajaran KONI, tetapi juga pemerintah, masyarakat serta dunia usaha.
Yoseph berharap dukungan berbagai pihak dapat memberikan ketenangan bagi para atlet sehingga mereka bisa lebih fokus menghadapi pertandingan.
“Dukungan pemerintah, KONI, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan menjadi kekuatan tambahan agar para atlet dapat fokus memberikan kemampuan terbaiknya saat berada di arena pertandingan,” pungkasnya.
Dengan kebutuhan anggaran yang masih memiliki selisih cukup besar, tantangan Kota Sukabumi menuju Porprov bukan hanya bagaimana mengejar medali, tetapi juga bagaimana membangun solidaritas dan kolaborasi seluruh elemen daerah agar perjuangan para atlet tidak berjalan sendirian.

