Berita Sukabumi

Sosialisasi Program Bangga Kencana Perkuat Ketahanan Keluarga di Sukabumi

×

Sosialisasi Program Bangga Kencana Perkuat Ketahanan Keluarga di Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Peserta dan narasumber berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana di Pondok Pesantren El-Azzam, Sukabumi.

SUKABUMI — Upaya memperkuat pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana terus dilakukan melalui sinergi pemerintah, DPR RI, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Bersama Mitra Kerja yang digelar di Pondok Pesantren El-Azzam, Sukabumi, Jawa Barat, pada 13 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang berkualitas, sehat, harmonis, dan memiliki ketahanan.

Baca Juga: Beasiswa Generasi Mencrang Jadi Upaya Pemkab Sukabumi Buka Akses Kuliah bagi Mahasiswa

Kapoksi Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, MA, mengatakan kualitas keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan, Program Bangga Kencana tidak hanya berkaitan dengan pengendalian penduduk, tetapi juga mencakup pembangunan keluarga secara menyeluruh.

“Perencanaan keluarga perlu dilakukan sejak sebelum pernikahan dengan mempertimbangkan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi,” ujarnya.

Zainul juga menekankan pentingnya pengaturan jumlah dan jarak kelahiran untuk mencegah risiko 4 Terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak jumlah anak.

Selain perencanaan keluarga, pencegahan stunting juga menjadi perhatian dalam pembangunan keluarga. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan sedini mungkin, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca Juga: Dari Nelayan hingga Pekerja Dishub, Santunan BPJS Ketenagakerjaan Diserahkan di Sukabumi Expo

Pencegahan dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, penerapan pola hidup sehat, pengasuhan yang baik, serta dukungan lingkungan yang sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, memaparkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sebagai salah satu bentuk gotong royong dalam mempercepat penurunan angka stunting.

Program tersebut menyasar keluarga yang berisiko mengalami stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah dua tahun atau baduta usia 0–23 bulan.

Dukungan GENTING mencakup pemenuhan kebutuhan nutrisi, edukasi pencegahan stunting, perbaikan jamban dan MCK, penyediaan rumah layak huni, hingga akses terhadap air bersih.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, hingga komunitas.

Dalam kegiatan yang sama, Pranata Humas Ahli Muda, Roy Primera, menyampaikan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Menurutnya, peran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga hadir secara fisik dan emosional serta menjadi teladan bagi anak.

Baca Juga: Jalan Penghubung Padajaya–Mekarjaya Mulai Dicor, Warga Harap Akses Ekonomi Tak Lagi Terkendala

GATI memiliki empat pilar utama, yakni Presence atau kehadiran, Connection atau ikatan emosional, Character atau keteladanan, dan Partnership atau kerja sama antara ayah dan ibu dalam pengasuhan.

Melalui penguatan Program Bangga Kencana, GENTING, dan GATI, masyarakat didorong untuk melihat pembangunan keluarga sebagai tanggung jawab bersama.

Sinergi antara pemerintah, mitra kerja, keluarga, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan berkualitas.

Pada akhirnya, penguatan pembangunan keluarga diharapkan turut melahirkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.