Kota SukabumiMusic

VØRKT Ledakkan Kemarahan Lewat “No Shame”, Tampar Budaya Pengkhianatan dan Relasi Toxic

×

VØRKT Ledakkan Kemarahan Lewat “No Shame”, Tampar Budaya Pengkhianatan dan Relasi Toxic

Sebarkan artikel ini
Para personel band VORKT. (FOTO : Rizky Miftan/Dokumentasi VØRKT)

Para SUKABUMI – Di tengah gempuran musik yang semakin seragam dan kehilangan taring perlawanan, VØRKT (Voices Of Raw Kids Telling The Truth) hadir membawa kebisingan yang tidak dibuat-buat. Band hardcore/punk asal Sukabumi ini resmi melepas demo perdana berjudul “No Shame”, sebuah luapan emosi yang lahir dari kejenuhan, tekanan hidup, dan kemarahan yang lama dipendam.

Bagi VØRKT, musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah medium untuk memuntahkan kegelisahan yang selama ini terjebak di kepala. Dengan tempo cepat, distorsi gitar yang kasar, vokal penuh teriakan, serta dentuman drum agresif, “No Shame” menjadi pernyataan sikap terhadap lingkungan sosial yang dipenuhi pengkhianatan, kepalsuan, dan hubungan yang tidak sehat.

Vokalis VØRKT, Iki, mengatakan bahwa lagu tersebut lahir dari pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang, terutama mereka yang pernah merasakan kekecewaan dalam hubungan pertemanan maupun lingkungan sosial.

“No Shame lahir dari pengalaman yang mungkin pernah dirasakan banyak orang. Tentang dikhianati, dibohongi, dan dikelilingi orang-orang yang pura-pura peduli. Semua rasa itu kami tuangkan ke dalam musik tanpa kami saring atau kami haluskan,” ujar Iki.

BACA JUGA : Band Hardcore Sukabumi Sayap Kiri Siap Rilis Karya Penuh Energi dan Perlawanan

Lagu ini mengangkat realitas yang akrab bagi banyak orang: teman bermuka dua, relasi yang manipulatif, serta budaya pura-pura yang kerap dianggap normal. Melalui lirik dan energi yang brutal, VØRKT mencoba membangunkan kesadaran bahwa tidak semua hal harus diterima begitu saja.
Menurut Iki, hardcore bukan hanya soal musik keras, melainkan ruang untuk menyuarakan keresahan yang sering dipendam.

“Kami tidak sedang mencoba menjadi band yang terdengar sempurna. Justru kami ingin suara yang mentah, berantakan, dan jujur. Karena kemarahan yang kami bawa memang tidak pernah terdengar rapi,” katanya.
Secara musikal, VØRKT mengusung estetika mutant hardcore atau chain punk, sebuah akar tradisional punk rock yang mengedepankan kejujuran, kebisingan, dan energi jalanan. Pengaruh band-band seperti B.I.B, SPY, GAG hingga ARMOR terasa kuat dalam karakter musik mereka yang mentah dan tanpa kompromi.

“Hardcore bagi kami bukan sekadar genre musik. Ini adalah cara untuk menyampaikan keresahan dan menyuarakan hal-hal yang sering dianggap biasa, padahal sebenarnya merusak banyak orang,” lanjut Iki.

Proses rekaman “No Shame” dilakukan di AZR Home Studio Recording, sementara tahap engineering, mixing, dan mastering dipercayakan kepada Hermawan Roby. Hasil akhirnya mempertahankan karakter raw yang menjadi identitas utama VØRKT, jauh dari polesan berlebihan yang sering menghilangkan ruh musik hardcore.

Tidak hanya dari sisi audio, semangat DIY (Do It Yourself) juga terlihat pada artwork rilisan ini. Cover dikerjakan secara manual oleh @_jibriell menggunakan arsiran pensil hitam di atas kertas putih, menghadirkan visual sederhana namun penuh karakter yang selaras dengan semangat underground.

Dirilis bersama BAD WORLD RECORDS dalam format digital melalui YouTube dan Bandcamp, “No Shame” menjadi langkah pertama VØRKT untuk memperkenalkan suara mereka kepada skena yang lebih luas. Namun bagi mereka, ini bukan sekadar debut. Ini adalah awal dari perjalanan yang lebih agresif, lebih liar, dan lebih eksploratif.

“Lewat No Shame kami ingin mengingatkan bahwa tidak semua hubungan harus dipertahankan. Kadang kita perlu melawan lingkungan yang toxic dan berani meninggalkan orang-orang yang hanya membawa pengaruh buruk,” tegas Iki.

BACA JUGA : Echoes Rilis “The Breath Of Truth”, Gema Baru Hardcore dari Sukabumi

Energi chaos yang dibawa VØRKT bukan untuk sekadar didengar. Ia hadir untuk menghantam, mengganggu kenyamanan, dan mengajak pendengar menatap ulang realitas yang sering diabaikan.

VØRKT diperkuat oleh Iki (vokal), Alka (gitar), Ikay (gitar), Agil (bass), dan Lufthan (drum). Lima anak muda yang memilih berbicara lantang melalui kebisingan, ketika banyak orang memilih diam.

Menutup perbincangan, Iki menegaskan bahwa VØRKT masih menyimpan banyak amunisi untuk rilisan-rilisan berikutnya.

“Ini baru langkah pertama. Ke depan kami ingin membawa materi yang lebih agresif, lebih gelap, dan lebih jujur. Selama masih ada kemarahan dan kegelisahan di sekitar kami, VØRKT akan terus bersuara.”

“Kalau setelah mendengar No Shame ada yang merasa tersindir, mungkin memang sudah saatnya berkaca. Karena lagu ini dibuat bukan untuk menyenangkan semua orang, tapi untuk mengatakan kebenaran dari sudut pandang kami,” tutup Iki.