SUKABUMI – Keterbatasan ruang kelas, kondisi infrastruktur, hingga kebutuhan perlengkapan belajar menjadi sejumlah persoalan yang disampaikan para pegiat pendidikan kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Yusuf Maulana, dalam kegiatan Dialog Wakil Rakyat di daerah pemilihan (Dapil) 6 Kabupaten Sukabumi pada awal Oktober 2026.
Dialog tersebut diikuti para kepala sekolah dan tenaga pendidik dari berbagai lembaga, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dalam pertemuan itu, Yusuf mendengarkan langsung berbagai kebutuhan lembaga pendidikan, terutama terkait pembangunan ruang kelas baru (RKB), perbaikan infrastruktur sekolah, pengadaan mebeler, serta pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
Yusuf mengatakan, aspirasi yang disampaikan para pengelola lembaga pendidikan menunjukkan masih adanya kebutuhan fasilitas dasar yang memerlukan perhatian pemerintah.
“Alhamdulillah, hari ini kami dapat bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan para kepala sekolah serta guru PAUD, TK, RA, dan PKBM di wilayah Dapil 6 Kabupaten Sukabumi. Kami mendengarkan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang disampaikan, terutama berkaitan dengan pembangunan ruang kelas, perbaikan infrastruktur, serta pengadaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan,” ujar Yusuf.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sekaligus mendukung proses pembelajaran serta tumbuh kembang peserta didik.
Dalam dialog tersebut, para pegiat pendidikan juga berharap dukungan pemerintah terhadap lembaga yang mereka kelola dapat diperkuat. Mereka menyampaikan bahwa bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk lembaga-lembaga tersebut tidak tersedia selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Menanggapi aspirasi itu, Yusuf menegaskan akan mencatat dan menyampaikan berbagai kebutuhan tersebut kepada pihak terkait di lingkungan DPRD Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh para kepala sekolah dan guru ini dapat kami perjuangkan dan sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami berharap ada jawaban dan solusi yang konkret, sehingga kebutuhan pembangunan ruang kelas, perbaikan sarana prasarana, serta pengadaan perlengkapan pendidikan dapat menjadi perhatian dalam perencanaan program pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Selain menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dengan sejumlah lembaga PAUD dan TK yang telah menerima bantuan mebeler dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Bantuan tersebut diperoleh melalui komunikasi dan fasilitasi bersama relawan BSM Sukabumi Raya atau Baraya Yusuf Maulana. Prosesnya melibatkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, serta komunikasi dengan pihak terkait, termasuk anggota DPRD Kabupaten Sukabumi.
Yusuf mengapresiasi peran relawan dan berbagai pihak yang membantu mengomunikasikan kebutuhan lembaga pendidikan hingga sejumlah PAUD dan TK memperoleh bantuan mebeler.
“Alhamdulillah, kami bersyukur karena melalui komunikasi dan kerja sama berbagai pihak, beberapa lembaga PAUD dan TK dapat memperoleh bantuan mebeler dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Saya mengucapkan terima kasih kepada relawan BSM Sukabumi Raya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, serta semua pihak yang telah membantu mengomunikasikan dan memfasilitasi kebutuhan tersebut,” tuturnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Ketersediaan mebeler yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan anak-anak selama mengikuti pembelajaran serta membantu guru menjalankan kegiatan pendidikan.
“Semoga bantuan mebeler ini dapat mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar, memberikan kenyamanan bagi anak-anak dalam belajar, serta membantu para guru dalam menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa. Kami berharap fasilitas yang telah diberikan dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Yusuf menilai, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, pengelola lembaga pendidikan, masyarakat, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Melalui Dialog Wakil Rakyat tersebut, ia berharap kebutuhan lembaga PAUD, TK, RA, dan PKBM di Dapil 6 Kabupaten Sukabumi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan program pembangunan pendidikan di tingkat provinsi.
Sementara itu, bantuan mebeler yang telah diterima sejumlah lembaga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi guru dan peserta didik. Sinergi antara pemerintah daerah, wakil rakyat, relawan, dan masyarakat juga diharapkan terus terjalin untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

